“Aparat harus bergabung dengan rakyat,” serunya, “untuk membantu memastikan transisi Iran yang stabil menuju masa depan yang bebas dan makmur.”
Di sisi lain, dia melihat momen ini sebagai sebuah perayaan. Kematian Khamenei disebutnya sebagai ‘perayaan nasional besar’. Nuansa naratifnya berubah jadi ajakan bertindak.
“Waktu untuk kehadiran besar-besaran dan tegas di jalanan sudah sangat dekat,” tulis Pahlavi, dengan nada yang semakin menggebu.
“Bersama-sama, bersatu dan teguh, kita akan mengamankan kemenangan akhir. Kita akan merayakan kemerdekaan Iran di seluruh tanah air kita. Hidup Iran!”
Pesan itu berakhir dengan seruan patriotik. Gema dari seorang putra mahkota yang, setelah puluhan tahun, melihat sebuah jendela peluang tiba-tiba terbuka lebar.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan