Dari pengasingannya di Los Angeles, Reza Pahlavi akhirnya angkat bicara. Berita meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memicu reaksi keras dari putra mahkota terakhir itu. Pesannya singkat tapi tegas: rakyat Iran harus bersiap.
Melalui akun X-nya, Minggu lalu, Pahlavi merespons laporan-laporan yang menyebut Khamenei tewas dalam serangan udara. Dia sudah tinggal di Amerika Serikat sejak revolusi 1979 menggulingkan ayahnya. Menurutnya, ini adalah akhir dari sebuah era.
“Zahhak yang haus darah di zaman kita, pembunuh puluhan ribu putra putri Iran paling berani, telah dihapus dari halaman sejarah,” tulisnya.
Dia tak ragu menyatakan, “Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah.”
Bagi Pahlavi, upaya rezim untuk mencari pengganti Khamenei niscaya akan gagal. Siapa pun yang ditunjuk, menurutnya, tak akan punya legitimasi. Mereka, kata dia, sudah terlibat terlalu dalam dalam kejahatan rezim yang lama.
Peringatan juga ditujukannya kepada aparat. Militer, polisi, dan pasukan keamanan di dalam negeri diminta untuk tidak lagi mendukung rezim yang tengah limbung ini. Dia mendesak mereka memilih rakyat.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan