"Begitu pula di Afghanistan. Senjata canggih AS ternyata tak mampu meluluhkan semangat Taliban. Alhasil, mereka terpaksa angkat kaki dari negeri para mujahidin itu di tahun 2021."
Dari situlah Anwar Abbas mendorong langkah yang lebih tegas. Ia berharap Iran, didukung China dan Rusia, tak ragu menunjukkan kekuatan.
"Sudah saatnya Iran menghadapkan moncong senjata balistiknya ke Washington DC dan Tel Aviv. Tujuannya, untuk menghancurkan 'singgasana' Trump dan Netanyahu," paparnya dengan nada tegas.
"Dunia sekarang ini rindu suatu hari di mana kita bisa hidup tanpa kehadiran kedua pemimpin itu. Aksi bersama dari Iran, China, dan Rusia sangat penting untuk menghentikan kesewenang-wenangan AS dan Israel," imbuh Anwar.
Serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2) itu memang disebut sangat brutal. Kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Teheran dihujani puluhan bom. Media Iran melaporkan, Khamenei dinyatakan tewas dalam serangan tersebut. Bahkan putri dan cucunya ikut menjadi korban.
Dengan situasi seperti ini, desakan agar negara-negara besar lain turun tangan semakin keras. Seperti kata Anwar, semua kini menunggu langkah nyata.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan