AHY Khawatir Konflik Israel-Iran Ganggu Stabilitas Global dan Penerbangan Sipil

- Minggu, 01 Maret 2026 | 00:30 WIB
AHY Khawatir Konflik Israel-Iran Ganggu Stabilitas Global dan Penerbangan Sipil

Di tengah hiruk-pikuk Lapangan Banteng, Sabtu lalu, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan keprihatinannya. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu tak bisa menyembunyikan rasa sesalnya menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran. Bagi AHY, eskalasi di Timur Tengah ini bukan cuma urusan regional. Dampaknya bakal merembet ke mana-mana.

“Kita tentu sangat menyayangkan terjadinya kembali serangan Israel ke Iran,” ujar AHY, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, kepada para wartawan.

“Ini pasti mengakibatkan goncangan geopolitik, terutama di sana.”

Nada suaranya serius. Menurutnya, serangan semacam ini berpotensi memicu tragedi kemanusiaan yang memilukan. Tapi efeknya lebih jauh lagi: stabilitas global bisa goyah, keselamatan penerbangan sipil terancam, dan sektor energi dunia ikut ketar-ketir. Semuanya seperti domino yang mulai jatuh.

“Dan ini pasti akan sangat berpengaruh pada keamanan dunia juga,” sambungnya, menekankan bahwa gelombang kejut konflik ini akan terasa hingga ke kawasan Asia Tenggara. “Kita tetap harus mengantisipasi.”

Dia lantas menyoroti sektor penerbangan. Dalam situasi perang yang melibatkan rudal jarak jauh, lintasan pesawat jadi sulit diprediksi. AHY berharap gangguan tidak terlalu besar, tapi realistis. Setiap maskapai, katanya, harus mengutamakan keselamatan. Mereka perlu menghitung ulang rute penerbangan dengan lebih waspada.

“Faktor keselamatan nomor satu,” tegasnya.

Di sisi lain, menurut laporan dari lapangan, rentetan ledakan sempat mengguncang sejumlah negara Teluk Arab Bahrain, UEA, Qatar, hingga Kuwait tepat di lokasi-lokasi pangkalan militer AS. Iran sendiri menyebut serangan awal itu sebagai pelanggaran kedaulatan, lalu membalas dengan menarget pangkalan AS di wilayah tersebut. AS dan Israel beralasan serangan mereka untuk menghilangkan ancaman dari rezim Iran.

AHY menutup pernyataannya dengan harapan. Dia berharap ketegangan ini cepat mereda. Soalnya, kalau berlarut-larut, imbasnya akan kompleks. Bukan cuma soal kemanusiaan, tapi juga tantangan berat di ekonomi global dan pasokan energi.

“Sekali lagi kita berharap ini bisa segera berakhir,” pungkasnya. “Karena ini akan menyebabkan berbagai masalah yang berat.”

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar