Untuk menangani langsung persoalan ini, Ablakwa rencananya akan terbang ke Kyiv minggu ini. Agenda utamanya adalah membahas nasib dua warga Ghana yang saat ini masih ditahan di garis depan.
Dalam pembicaraannya dengan pejabat Ukraina, Andriy Sybiga, terungkap data yang lebih luas. Ternyata, lebih dari 1.780 warga Afrika dari 36 negara berbeda tercatat berperang untuk Ukraina, namun sebagai bagian dari pasukan Rusia. Angka ini menunjukkan betapa luasnya jaringan ini.
“Ini bukan perang kita,” tegas Ablakwa dengan nada prihatin. “Kita tidak bisa membiarkan kaum muda kita menjadi perisai manusia bagi orang lain.”
Pemerintah Ghana, menurutnya, kini berkomitmen penuh untuk melacak dan membongkar semua skema perekrutan ilegal yang beroperasi di negaranya. Tindakan tegas dijanjikan akan menyusul.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Salat untuk Medan, 10 Ramadan 1447 H / 28 Februari 2026
Polisi Gagalkan Perang Sarung di Surabaya, 16 Orang Diamankan Bawa Senjata Tajam
KPK Ingatkan Penggunaan Anggaran Daerah Usai Polemik Mobil Dinas Gubernur Kaltim
Polisi Tangkap Enam Pelaku Sindikat Pencurian Besi di Pademangan