Menteri Luar Negeri Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa, baru-baru ini mengungkap fakta yang memilukan. Ternyata, ada 55 warga negaranya yang tewas di medan perang Ukraina. Mereka menjadi korban skema perekrutan ilegal yang menjanjikan kerja, namun justru mengirim mereka untuk bertempur di pihak Rusia. Ablakwa sendiri berjanji bakal menindak tegas praktik licik ini.
“Semakin banyak negara Afrika dalam beberapa bulan terakhir mulai menemukan bahwa warga negara mereka telah ditipu untuk berperang bagi tentara Rusia, dan kemudian tewas atau ditangkap di medan perang,” ujar Ablakwa, seperti dilaporkan AFP, Jumat lalu.
Dia menegaskan, rekan senegaranya itu adalah korban manipulasi. Mereka terjebak oleh informasi yang salah dari jaringan kriminal yang bergerak di perdagangan manusia.
“Kami mendapat informasi bahwa 272 warga Ghana diyakini telah dipancing untuk berperang sejak tahun 2022, di mana diperkirakan 55 orang tewas dan dua orang ditangkap sebagai tawanan perang,” tulisnya dalam sebuah unggahan di platform X.
“Sebagai pemerintah yang bertanggung jawab, kita tidak bisa menutup mata. Ini bukan sekadar angka, ini mewakili nyawa manusia, harapan banyak keluarga Ghana dan bangsa kita.”
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Salat untuk Medan, 10 Ramadan 1447 H / 28 Februari 2026
Polisi Gagalkan Perang Sarung di Surabaya, 16 Orang Diamankan Bawa Senjata Tajam
KPK Ingatkan Penggunaan Anggaran Daerah Usai Polemik Mobil Dinas Gubernur Kaltim
Polisi Tangkap Enam Pelaku Sindikat Pencurian Besi di Pademangan