Indocement Siapkan Rp750 Miliar untuk Buyback Saham

- Rabu, 15 April 2026 | 08:45 WIB
Indocement Siapkan Rp750 Miliar untuk Buyback Saham

Di tengah tekanan yang masih membayangi industri semen, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) memutuskan untuk bertindak. Perusahaan ini menyiapkan dana tak tanggung-tanggun: hingga Rp750 miliar untuk membeli kembali sahamnya sendiri di pasar.

Rencananya, aksi buyback ini akan diajukan untuk disetujui para pemegang saham dalam RUPS yang digelar 21 Mei 2026 mendatang. Kalau disetujui, pelaksanaannya bakal berjalan maksimal selama setahun ke depan. Menariknya, perusahaan bisa menghentikan program lebih cepat jika dananya sudah habis atau target saham yang dibeli tercapai.

Lalu, apa alasan di balik langkah besar ini? Manajemen Indocement punya keyakinan sendiri.

"Kami yakin harga saham perseroan saat ini undervalued. Jadi, buyback ini salah satu cara untuk memperbaiki persepsi pasar. Apalagi, posisi kas kami masih kuat, dalam kondisi net-cash," begitu bunyi pernyataan resmi mereka yang dirilis ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/4/2026).

Dana segitu besarnya, Rp750 miliar, sepenuhnya bakal diambil dari kas internal. Semua biaya transaksi, termasuk komisi, akan ditanggung dari anggaran itu. Meski begitu, jumlah saham yang dibeli nggak akan melebihi batas aturan, yaitu 10% dari total modal yang sudah ditempatkan dan disetor. Semua ini mereka lakukan dengan berpedoman pada aturan main dari OJK, tepatnya POJK No. 29/2023.

Secara umum, langkah buyback emang sering dipilih perusahaan terbuka. Tujuannya jelas: menahan laju pelemahan harga saham, memberi sinyal kepercayaan diri ke investor, dan secara teknis bisa mendongkrak laba per saham. Di sisi lain, langkah seperti ini juga bisa dibaca sebagai sinyal lain.

Ya, ia sekaligus mencerminkan betapa terbatasnya katalis pertumbuhan jangka pendek yang bisa diandalkan. Industri semen nasional masih saja bermasalah dengan kelebihan pasokan. Permintaannya pun belum benar-benar bangkit. Kondisi itu tentu berpotensi menekan kinerja emiten, tak terkecuali INTP.

Maka, di tengah tantangan operasional yang masih berat, langkah stabilisasi di pasar modal ini ditempuh. Sebuah upaya untuk menjaga kepercayaan investor, sambil menunggu momentum pemulihan yang lebih solid di lapangan.

Perlu diingat, informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi adalah hak dan risiko masing-masing individu sepenuhnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar