“Yang penting datanya ini bisa kita ketahui, sehingga intervensi bisa dilakukan. Bagaimana kita memetakan sekaligus memberi perhatian, jangan sampai ada warga yang tercecer padahal mereka sangat butuh bantuan.”
Di sisi lain, Gus Ipul juga mewanti-wanti. Ia khawatir bantuan sosial pemerintah justru jatuh ke tangan yang tidak berhak. Itulah mengapa penguatan data mutlak diperlukan untuk mengidentifikasi mana yang benar-benar membutuhkan, dan mana yang mungkin hanya memanfaatkan momen Ramadan.
“Jangan sampai bantuan-bantuan pemerintah diterima oleh mereka yang tidak berhak,” tegasnya.
“Tapi harus diterima oleh mereka yang paling membutuhkan. Kalau yang tadi disebut para pengemis musiman itu misalnya masuk dalam data, kan kita bisa intervensi bersama-sama. Nantinya, bantuan akan mengalir jika data sudah valid.”
Artikel Terkait
Polisi Fasilitasi Perdamaian antara Pengemudi Angkot dan Remaja Pelontar Petasan di Tangerang
Wali Kota Makassar Tinjau Langsung Pengungsian Banjir di Biringkanaya
Trem Tergelincir di Milan, Satu Tewas dan Puluhan Luka
Karantina Jambi Perketat Pengawasan Daging Ayam untuk Jamin Keamanan Pangan