tandas Ariasandy singkat, merujuk pada pemeriksaan yang dilakukan Tim DVI.
Cerita lengkapnya begini. Ihor Komarav pertama kali dilaporkan hilang pada Minggu, 15 Februari 2026. Saat kejadian, dia dan beberapa rekannya sedang latihan motor di area tanjakan Jimbaran, Badung. Ihor yang waktu itu dibonceng, berada di posisi paling belakang. Tiba-tiba saja, mereka diserang orang tak dikenal.
Rekan yang satu motor dengan Ihor berhasil lolos. Dialah yang berteriak memberi tahu kawan-kawan di depannya bahwa Ihor telah diculik. Laporan pun segera dibawa ke Polsek Kuta Selatan.
Polisi memasang police line di Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis, 26 Februari 2026. ANTARA/HO-Humas Polres Gianyar
Belum lama berselang, muncul video siaran langsung dari korban. Dalam rekaman itu, Ihor terlihat berada di sebuah vila. Suaranya meminta tebusan pada keluarga. Petunjuk ini langsung diikuti polisi. Mereka menyelidiki lokasi vila tempat video diduga dibuat. Hasilnya? Bercak darah di lokasi itu cocok dengan darah yang ditemukan di mobil sewaan yang dipakai para tersangka. Semuanya mengerucut.
Kini, perburuan internasional telah dimulai. Bali, pulau yang identik dengan kedamaian, sedang berusaha memulihkan rasa amannya setelah diguncang kasus yang terasa seperti alur film thriller ini.
Artikel Terkait
Residivis Pencuri Motor Diamuk Massa Usai Bawa Senjata Api Rakitan di Bandar Lampung
Hillary Clinton Bantah Kenal Jeffrey Epstein dalam Kesaksian Tertutup ke Kongres
Gus Ipul: Sekolah Rakyat Wujudkan Pesan Al-Quran Cetak Generasi Tangguh
Mensos Gus Ipul Tegaskan Pentingnya Data Akurat untuk Cegah Penyalahgunaan Bansos Ramadan