Menanggapi laporan itu, Gus Ipul mengapresiasi kedatangan Yenny. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah.
“Saya berterima kasih karena Ibu Yenny datang membawa data, fakta, dan kesaksian. Ini menjadi penguat bagi kita untuk bertindak,” kata Gus Ipul.
“Kita perlu bekerja bersama. Setiap langkah harus berbasis bukti agar tindakan kita tepat sasaran dan berdampak,” tambahnya.
Gus Ipul mengungkapkan, Kemensos sebenarnya sudah mulai bergerak sejak tahun lalu dengan proses registrasi ulang Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Ini bagian dari upaya pembenahan sistem secara menyeluruh. Namun begitu, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah.
“Kita ingin memastikan mereka tidak lagi hidup dalam pengabaian. Mereka harus mendapat perlindungan, pemulihan, dan martabatnya dikembalikan sebagai manusia,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Gus Ipul menyampaikan empat poin strategis yang akan diperkuat. Pertama, memastikan seluruh LKS terdaftar resmi. Kedua, memperkuat proses akreditasi sesuai standar, termasuk memperbaiki instrumen penilaiannya. Ketiga, meningkatkan pengawasan dengan melibatkan partisipasi publik. Dan keempat, memperjelas serta memperkuat sanksi untuk setiap pelanggaran.
Pertemuan ini diharapkan jadi awal kolaborasi yang lebih solid. Bukan sekadar mendengar laporan, tapi benar-benar bertindak.
“Negara tidak boleh hanya mendengar. Negara harus hadir dan bertindak,” pungkas Gus Ipul menutup pertemuan.
Artikel Terkait
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Terkait Kasus Pemerasan
Kemenhan Tegaskan Perjanjian Lintas Udara AS Belum Final, Aturan Ketat Berlaku
IMO Peringatkan Bahaya Blokade AS dan Pungutan Iran di Selat Hormuz
Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 337 Ponsel Ilegal Senilai Rp3,76 Miliar