Aktivis Laporkan Praktik Tak Manusiawi di Ribuan Panti Disabilitas Mental ke Kemensos

- Jumat, 27 Februari 2026 | 18:55 WIB
Aktivis Laporkan Praktik Tak Manusiawi di Ribuan Panti Disabilitas Mental ke Kemensos

Menanggapi laporan itu, Gus Ipul mengapresiasi kedatangan Yenny. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah.

“Saya berterima kasih karena Ibu Yenny datang membawa data, fakta, dan kesaksian. Ini menjadi penguat bagi kita untuk bertindak,” kata Gus Ipul.

“Kita perlu bekerja bersama. Setiap langkah harus berbasis bukti agar tindakan kita tepat sasaran dan berdampak,” tambahnya.

Gus Ipul mengungkapkan, Kemensos sebenarnya sudah mulai bergerak sejak tahun lalu dengan proses registrasi ulang Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Ini bagian dari upaya pembenahan sistem secara menyeluruh. Namun begitu, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah.

“Kita ingin memastikan mereka tidak lagi hidup dalam pengabaian. Mereka harus mendapat perlindungan, pemulihan, dan martabatnya dikembalikan sebagai manusia,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Gus Ipul menyampaikan empat poin strategis yang akan diperkuat. Pertama, memastikan seluruh LKS terdaftar resmi. Kedua, memperkuat proses akreditasi sesuai standar, termasuk memperbaiki instrumen penilaiannya. Ketiga, meningkatkan pengawasan dengan melibatkan partisipasi publik. Dan keempat, memperjelas serta memperkuat sanksi untuk setiap pelanggaran.

Pertemuan ini diharapkan jadi awal kolaborasi yang lebih solid. Bukan sekadar mendengar laporan, tapi benar-benar bertindak.

“Negara tidak boleh hanya mendengar. Negara harus hadir dan bertindak,” pungkas Gus Ipul menutup pertemuan.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar