Video yang beredar di media sosial benar-benar menyita perhatian. Memperlihatkan kanal di kawasan Karuwisi, Panakkukang, Makassar, yang nyaris tak terlihat airnya karena dipenuhi gundukan sampah plastik dan limbah rumah tangga. Fenomena ini pun langsung viral.
Menurut sejumlah saksi, aksi pembersihan langsung digeber. Tak cuma petugas dengan rompi oranye, warga sekitar juga turun tangan. Mereka bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah yang mengapung itu, dan yang menarik, kerja bakti dadakan ini dilakukan pada malam hari. Rupanya, untuk mempercepat penanganan dan mencegah dampak yang lebih parah.
Jaring, Sekop, dan Semangat
Kolaborasinya cukup lengkap. Ada tim dari BPBD, Satgas Kebersihan kecamatan, plus pengurus RT/RW setempat. Dengan peralatan seadanya jaring, sekop, perahu kecil mereka mengangkut sampah dari dalam air ke darat. Dominannya? Plastik sekali pakai, sisa makanan, dan aneka limbah rumah tangga lain. Pemandangan ini sekaligus jadi bukti nyata, persoalan sampah di perkotaan seperti Makassar masih sangat pelik.
Nah, di sisi lain, penumpukan ini bukan cuma soal pemandangan yang tidak sedap dipandang. Kekhawatiran terbesar warga adalah banjir.
Ancaman Banjir yang Nyata
Aliran air yang tersumbat bisa meluap kapan saja saat hujan deras tiba. Kawasan Panakkukang sendiri termasuk padat penduduk dan rawan genangan. Beberapa warga mengaku was-was. "Kalau dibiarkan, ya jelas bahaya," kira-kira begitu ungkapan kekhawatiran mereka. Karena itulah, aksi cepat petugas dan warga tadi banyak dapat apresiasi. Setidaknya, ini langkah sigap untuk mengantisipasi bencana sebelum terjadi.
Artikel Terkait
Dua Mahasiswa UI Minta Maaf, 16 Orang Diselidiki atas Dugaan Pelecehan Seksual
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Terkait Kasus Pemerasan
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan
Dirjen Imigrasi: Dominasi WN Tiongkok dalam Pelanggaran Imigrasi Karena Proporsi Terbesar