Bentol dan Sesak Napas? Jangan Anggap Sepele, Bisa Jadi Alarm Bahaya
Bangun tidur, tiba-tiba kulit penuh bentol merah dan gatal luar biasa. Atau habis makan sesuatu, dada terasa sesak. Kebanyakan orang bakal bilang, "ah, cuma biduran." Tapi hati-hati. Kalau bentol-bentol itu datang bareng dengan susah bernapas, itu bukan lagi urusan gatal biasa. Itu bisa jadi tanda syok anafilaktik reaksi alergi berat yang bisa bikin nyawa melayang.
Menurut dr. Tirta Mandira Hudhi, influencer yang juga pakar kesehatan, tubuh kita punya sistem pertahanan yang kadang kebablasan. Intinya, setiap zat yang masuk diperiksa seperti punya "KTP". Kalau sistem imun nggak kenal, atau nggak punya data zat itu di "database"-nya, ya langsung dianggap musuh. Tubuh pun panik dan meluncurkan serangan balasan yang berlebihan.
"Ini jawabannya fakta, bisa disebut syok anafilaktik. Di manusia tuh ada protein-protein yang mengenali yang dikenali oleh tubuh. Protein itu enggak hanya protein yang kita makan tapi komponen-komponen. Jadi, setiap sel itu punya ID card,"
Begitu penjelasannya, seperti dikutip beberapa waktu lalu. Dia ambil contoh sederhana: orang yang alergi kepiting. Karena tubuhnya nggak punya "barcode" untuk kepiting, begitu daging kepiting masuk dalam jumlah banyak, pasukan pertahanan tubuh langsung siaga satu. Mereka anggap itu ancaman asing yang harus dihancurkan.
Nah, serangan inilah yang bikin kekacauan. Reaksinya nggak cuma di kulit. Gejalanya sistemik, menjalar ke seluruh tubuh. Dimulai dari bentol dan gatal hebat, lalu bisa naik tingkat jadi sesak napas. Yang paling berbahaya, tekanan darah bisa anjlok drastis. Kalau sudah begitu, napas bisa terhenti.
"Bentol-bentol seluruh tubuh, gatal-gatal. Sampai akhirnya yang paling parah reaksi gagal nafas dan penurunan tekanan darah yang sangat masif,"
Makanya, kondisi ini masuk kategori gawat darurat. Penanganannya harus cepat, biasanya di IGD. Setiap detik benar-benar berharga untuk mencegah hal terburuk.
Lalu, apa saja pemicunya? Ternyata cukup beragam. Sengatan serangga, terutama tawon, sering jadi biang kerok. Obat-obatan tertentu juga bisa memicu reaksi mematikan pada sebagian orang. Misalnya aspirin atau ibuprofen. Nggak semua orang bisa mentolerir zat yang sama, reaksi tubuh memang unik.
"Rata-rata entupan tawon. Kedua obat, ada beberapa orang di dunia ini yang dia itu tidak bisa mencerna beberapa obat. Contohnya, misal, misal, alergi aspirin atau ibuprofen,"
Intinya, jangan pernah remehkan bentol yang datang tiba-tiba apalagi disertai rasa sesak di dada atau tenggorokan. Jangan coba-coba ditahan atau diobati sendiri pakai salep. Langsung cari pertolongan medis. Lebih baik waspada daripada menyesal, karena nyawa taruhannya.
Artikel Terkait
Syahrini Makan Sate di Warung Tenda dengan Tas Hermes Rp 500 Juta
Ibu Tiri Rassya Bantah Tudingan Mencuri Posisi Tamara Bleszynski di Resepsi
Clara Shinta Gugat Cerai Suami Usai Temukan Bukti Video Call Seks, Dihadang Somasi Rp10,7 Miliar
Wali Nikah Salah Ucap, Sebut Anak Kambing Saat Ijab Kabul