JAKARTA – Sementara sepak bola masih mencari bentuk, futsal justru tampil sebagai penyelamat. Tahun 2025 benar-benar menjadi milik mereka. Rentetan prestasi Timnas Futsal Indonesia di panggung internasional sepanjang tahun itu, sungguh membanggakan. Tak cuma tim senior, tapi juga para putri dan atlet muda.
Semuanya berawal di penghujung Januari lalu. Saat itu, Jakarta International Velodrome menjadi saksi sebuah turnamen bergengsi: 4 Nations World Series 2025. Federasi Futsal Indonesia (FFI) mendatangkan lawan-lawan berat: Argentina, Jepang, dan Arab Saudi. Hasilnya? Luar biasa.
Garuda membuka dengan kemenangan tipis 1-0 atas Jepang. Lalu, Arab Saudi ditumbangkan 3-2. Memang, di laga pamungkas mereka takluk 2-4 dari Argentina yang tangguh. Namun begitu, gelar runner-up di ajang itu sudah bicara banyak. Indonesia rupanya sanggup bersaing dengan raksasa Asia, bahkan dunia.
Beberapa bulan berselang, giliran Timnas Futsal Putri yang berjuang. Di Piala Asia Futsal Wanita 2025, mereka masuk grup maut bersama Thailand, Jepang, dan Bahrain. Sempat terpuruk usai dikalahkan Jepang 2-5, mental mereka tak lantas ciut.
"Mereka bangkit. Bermain imbang tanpa gol melawan Thailand, lalu menghajar Bahrain 5-1," kata seorang pelatih yang hadir.
Perjuangan heroik itu membawa mereka lolos ke perempat final. Sayang, langkah harus terhenti di tangan China dengan skor telak 0-6. Mimpi ke Piala Dunia pun tertunda untuk sementara.
Namun, semangat tak pernah padam. Memasuki September, tim putra kembali menunjukkan taring. Di CFA International Tournament 2025 di China, performa mereka nyaris sempurna. Kamboja, Myanmar, dan Selandia Baru takluk di fase grup. Semifinal? Korea Selatan ditumbangkan 3-0. Puncaknya, di final, mereka mengalahkan Denmark 4-2 dan pulang membawa piala juara.
Belum puas, dua minggu kemudian mereka kembali tampil di Four Nations Cup 2025 di GBK Basket Hall, Jakarta. Tanzania dan Belanda dibantai dengan skor meyakinkan, 7-1 dan 5-1. Kekalahan tipis 2-3 dari Latvia di partai penentu hanya membuat mereka finis sebagai runner-up. Tapi, menurut sejumlah saksi, performa itu justru membuat tim-tim Eropa melirik dengan respek.
Momentum positif terus mengalir. Jelang SEA Games, uji coba melawan Australia pada awal November berbuah manis: kemenangan 3-1. Hasil itu jelas menyuntikkan kepercayaan diri yang besar.
Dan akhirnya, puncaknya tiba di SEA Games 2025. Ini adalah momen bersejarah. Timnas Futsal Putra akhirnya meraih medali emas pertama sepanjang sejarah keikutsertaan. Perjalanannya dramatis. Setelah menggasak Myanmar 5-1, mereka sempat tersandung Vietnam 0-1. Tapi kemudian bangkit, mengalahkan Malaysia 2-1 dan yang paling epik: menghancurkan Thailand 6-1. Mereka juara grup, dan emas pun diraih.
Di sektor putri, cerita juga tak kalah membanggakan. Garuda Pertiwi berhasil membawa pulang medali perak setelah kalah dari Vietnam di partai final. Sebuah pencapaian yang luar biasa.
Menutup tahun, dua tim muda kembali menunjukkan dominasi. Timnas U-16 jadi juara AFF usai mengalahkan Thailand 4-3 di final. Sementara tim U-19 harus puas di posisi runner-up setelah takluk 1-3 dari sang jawara yang sama, Thailand.
Jadi, begitulah kisah 2025. Deretan prestasi ini bukan kebetulan. Futsal Indonesia, dari senior hingga usia muda, sedang berada di puncak kepercayaan diri. Mereka telah menjadi sumber optimisme baru, sebuah kebanggaan nasional yang nyata dan membara. Sepak bola mungkin masih berproses, tapi futsal sudah membuktikan diri.
Artikel Terkait
Cedera Ter Stegen Perburuk Peluangnya di Timnas Jerman, Nagelsmann Beri Isyarat
Manajer Ducati Yakin Bagnaia Kembali Jadi Penantang Gelar MotoGP 2026
Guardiola Kritik Performa Datar City Meski Lolos ke Babak Kelima Piala FA
Benteng GBH Runtuh, PSM Makassar Tersungkur di Kandang Sendiri