Di sisi lain, rencana anggaran ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Provinsi Kaltim, melalui Sekda Sri Wahyuni, telah memberikan penjelasan sebelumnya.
Sri Wahyuni menyebutkan, pengadaan ini melalui pertimbangan yang matang. Alasannya, Kaltim punya medan yang ekstrem. Gubernur butuh kendaraan yang tangguh untuk menjangkau pelosok daerah dalam menjalankan tugasnya.
"Pak Gubernur berkomitmen untuk memantau langsung setiap permasalahan di pelosok. Contohnya saat kunjungan ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang dikeluhkan warga. Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu, dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif,"
Jadi, di satu sisi ada tuntutan efektivitas kerja dan keamanan di lapangan. Namun begitu, di sisi lain, angka yang tertera tetap saja mencolok di mata publik. Polemik ini, seperti biasa, mempertemukan dua sudut pandang: kebutuhan teknis operasional dan kesan etis di tengah situasi masyarakat.
Disarikan dari berbagai pemberitaan.
Artikel Terkait
Shindong Super Junior Putus Kontak dengan Orang Tua, Disebut Hanya Mesin ATM
KPK Selesaikan Perhitungan Kerugian Negara Kasus Korupsi Kuota Haji
Warga Citayam Tertangkap Curi Sembako, Selesaikan Kasus dengan Ganti Rugi
Ormas Gebukk Sampaikan Dukungan dan Masukan ke Kodim Yogyakarta untuk Jaga Stabilitas Kota