Yogyakarta – Suasana di Makodim 0734/Yogyakarta pagi itu tampak berbeda. Sejumlah perwakilan dari Gerakan Rakyat Bersatu untuk Keadilan dan Kemanusiaan (Gebukk) hadir untuk bertemu langsung dengan Komandan Kodim, Kolonel Infanteri Arif Setiyono. Agenda utamanya jelas: memperkuat stabilitas keamanan kota.
Gebukk sendiri adalah gabungan dari beberapa organisasi masyarakat, seperti FMM, Sniper, Merkade, Atmos, dan G-R-S. Mereka datang dengan satu misi. Bukan untuk protes, melainkan untuk menyampaikan dukungan dan, tentu saja, masukan. Menurut mereka, menjaga Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya dan destinasi wisata itu adalah tugas bersama.
Ketua Gebukk, Waljito, menegaskan hal itu.
"Kami datang untuk menyampaikan dukungan sekaligus beberapa masukan terkait menjaga keamanan di Kota Yogyakarta. Kami sepakat, tanggung jawab untuk menjaga keamanan Yogyakarta ini tanggung jawab kita semuanya," ujarnya.
Ia melanjutkan, keamanan bukan cuma urusan aparat. Semua elemen masyarakat punya kewajiban yang sama. Dan kalau situasi sudah kondusif, dampaknya akan terasa. Pertumbuhan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM di sektor pariwisata, bisa lebih bergeliat. Karena itulah, Gebukk siap bersinergi dengan TNI dan pihak terkait lainnya.
Di sisi lain, respons dari Komandan Kodim sangat positif.
Kolonel Arif Setiyono mengapresiasi langkah proaktif mereka. Ia melihat kolaborasi semacam ini sebagai contoh yang bagus.
"Terima kasih. Tentu saya sangat mengapresiasi kedatangan teman-teman ormas hari ini. Ini kesempatan baik untuk menunjukkan bahwa ormas punya peran yang sangat penting di masyarakat," ungkap Kolonel Arif.
Ia tak lupa mengajak semua organisasi masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat guyub rukun. Tujuannya satu: menciptakan kota yang tertib dan harmonis.
Pertemuan ini, meski singkat, punya arti penting. Sinergi antara TNI dan ormas diharapkan bisa semakin mengukuhkan citra Yogyakarta. Kota yang tak hanya kaya budaya, tapi juga aman, nyaman, dan ramah untuk siapa saja.
Penulis: Agung Nugroho
Editor: Redaktur
Artikel Terkait
Mendagri Tito Desak Kepala Daerah di Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Forkopimda Demi Stabilitas dan Pembangunan
Trump Sehat Prima, Dokter Anjurkan Diet Ketat dan Turunkan Berat Badan
Imigrasi Soekarno-Hatta Ungkap Dua Modus Calon Haji Ilegal: Wisata Palsu hingga Visa Kerja
Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Dikebut dengan Anggaran Rp380 Juta, Ditargetkan Rampung Dua Pekan