"Tahu-tahu kemarin tahu dari media ya, ada impor dari India yang masing-masing jenis kendaraan 35 ribu kendaraan sehingga berjumlah 105 ribu kendaraan dengan menyerap anggaran Rp 24,66 triliun,"
sambungnya, masih terkesima dengan besarnya angka yang disebut.
Anggaran segitu besar, tegas Herman, mustahil dilewatkan tanpa pembahasan mendalam di DPR. Ia menekankan, prinsip transparansi dan akuntabilitas keuangan negara harus jadi prioritas.
"Ini anggaran besar sekali, semestinya dibahas dulu di DPR dan untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara, semestinya juga ini terbuka kepada publik ya,"
ujarnya menegaskan. Baginya, urusan sebesar ini nggak boleh ditutup-tutupi.
Artikel Terkait
Korlantas Tinjau Kesiapan Pelabuhan Jelang Operasi Ketupat 2026
Menteri Ekonomi Kreatif Buka Bazar Ramadan 2026 di Lhokseumawe, Dorong Brand Lokal
Anwar Abbas Ungkap Rahasia Sukses Chairul Tanjung: Kerja Hingga Tengah Malam
Pemerintah Perpanjang Tenor KPR Subsidi hingga 30 Tahun untuk Ringankan Cicilan