BPOM Tindak Ribuan Akun Penjual Obat Ilegal di Marketplace Sepanjang 2025

- Rabu, 25 Februari 2026 | 12:00 WIB
BPOM Tindak Ribuan Akun Penjual Obat Ilegal di Marketplace Sepanjang 2025

Jakarta – Sepanjang 2025, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memang tak main-main. Patroli intensif mereka di berbagai marketplace online berhasil mengendus ribuan akun yang kedapatan menjual produk obat-obatan ilegal. Mulai dari vitamin yang diragukan keasliannya, sampai pil-pil kuat macam viagra, semuanya bertebaran.

Menurut BPOM, ribuan tautan penjualan dari akun nakal itu akhirnya ditindak. Mereka dihapus atau di-takedown berkat kolaborasi dengan Kementerian Kominfo dan Indonesian E-Commerce Association (idEA). Kerja sama ini digeber bukan tanpa alasan.

“Upaya ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari peredaran obat-obatan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan,”

Begitu penjelasan BPOM, seperti dikutip Rabu (25/2/2026).

Nah, dari sekian banyak barang sitaan, ada sepuluh produk ilegal yang paling laris dan bikin waspada. Berikut daftarnya:

  1. Pi Kang Wang – Produk asal China ini laku keras, mencapai 300.480 unit terjual. Kabupaten Tangerang jadi markas penjual terbanyak.
  2. Swiss Paris Lotion – Asli Indonesia, terjual 219.736 produk. Bekasi mendominasi penjualannya.
  3. Wubianli – Dari China lagi, laku 190.199 item. Kota Makassar jadi pusat penjualan.
  4. Cream BL – 179.276 produk dari China ludes, terutama dari Jakarta Barat.
  5. USA Viagra MMC – Meski embel-embel USA, produknya dari China. Terjual 93.020, banyak dijual dari Jakarta Pusat.
  6. Viagra – Yang ini benar dari Amerika Serikat. 72.660 produk terjual, lagi-lagi Jakarta Pusat jadi hotspot.
  7. Nangen Zengzhangsu – China, 69.953 produk laku. Jakarta Pusat lagi.
  8. Bronson Vitamin K2 D3 5000IU – Dari AS, terjual 65.022. Jakarta Utara unggul.
  9. Obat Setelan Gatal – Lokal Indonesia, 52.270 produk. Bekasi mendominasi.
  10. VITAGEM – Produk Indonesia, 48.494 terjual. Jakarta Barat jadi basis.

Melihat data itu, BPOM pun mengingatkan. Masyarakat harus ekstra hati-hati kalau beli produk kesehatan secara online. Jangan asal klik dan bayar.

“Pastikan hanya membeli obat dan suplemen dari toko resmi dan terdaftar. Obat ilegal bisa berbahaya, risikonya untuk kesehatan serius,”

tambah pernyataan mereka.

Patroli dan pengawasan ketat seperti ini jelas akan terus berjalan. Ini bagian dari komitmen BPOM buat menjaga keamanan peredaran obat di era digital yang serba cepat. Tujuannya satu: menekan peredaran produk ilegal yang cuma bikin rugi dan membahayakan masyarakat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar