Menurutnya, PPI Dunia punya potensi besar untuk hal ini. Mereka bisa mengidentifikasi berbagai jenis sertifikasi populer di luar negeri yang mungkin belum banyak dikenal di Indonesia. Hasilnya, standar kompetensi nasional kita bisa jauh lebih kaya dengan wawasan global. Syamsi memberi contoh pengalaman BNSP mensertifikasi berbagai profesi, mulai dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga auditor halal yang memang diwajibkan bersertifikat.
Di sisi lain, BNSP juga mengapresiasi langkah PPI Dunia yang menginisiasi pertemuan ini. Mereka melihatnya sebagai kontribusi nyata untuk peningkatan kualitas SDM Indonesia.
tutur Syamsi.
Dukungan juga datang dari parlemen. Anggota Komisi VIII DPR RI, Sudian Noor, menyambut positif kolaborasi ini. Dia menilai rencana pengembangan sertifikasi bagi pelajar Indonesia di luar negeri bisa difasilitasi melalui berbagai skema pembiayaan yang sudah terbuka.
Pertemuan ini, meski baru awal, diharapkan bisa jadi momentum. Momentum untuk membangun sinergi yang memperluas akses sertifikasi kompetensi. Pada akhirnya, tujuannya satu: memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di kancah global.
(REN)
Artikel Terkait
Adik Bupati Tulungagung yang Jadi Anggota DPRD Diamankan KPK sebagai Saksi
Imigrasi Bentuk Tim Khusus dan Fast Track untuk Permudah Atlet Asing
OJK Jabar Soroti Pentingnya Inovasi dan Jaringan untuk Dongkrak Inklusi Keuangan Syariah
Bhutan Jual 9.000 Bitcoin Negara, Cairkan Rp10 Triliun untuk Pembangunan