Soal bantuan, pemerintah ternyata sudah menyiapkan beberapa skema. Besarannya bervariasi, disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah. Untuk kerusakan ringan, ada bantuan senilai Rp 15 juta. Kerusakan sedang mendapat Rp 30 juta. Sementara rumah yang rusak berat atau hilang bisa mendapatkan bantuan hingga Rp 60 juta.
Khusus bantuan Rp 60 juta itu, penyalurannya akan melalui pembangunan rumah oleh pemerintah. Bisa di lokasi lama atau di area relokasi yang baru. Tak cuma itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan perabotan rumah tangga dan stimulan ekonomi untuk meringankan beban warga.
Tito bahkan menyarankan agar bantuan perabotan dan stimulan ekonomi ini tidak hanya untuk pemilik rumah rusak berat. Mereka yang rumahnya rusak sedang pun sebaiknya mendapat perhatian.
Rapat itu tak cuma membahas bantuan. Masalah teknis seperti penanganan puing-puing kayu sisa banjir yang masih berserakan di beberapa daerah juga jadi agenda. Tito mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, untuk mencari solusi terbaik.
Pertemuan yang cukup penting ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci. Selain Pratikno dan Tito, hadir juga Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wamenhut Rohmat Marzuki, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa penanganan bencana ini benar-benar menjadi prioritas bersama.
Artikel Terkait
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer
Pertemuan AS Dijadwalkan, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata
Dua Tewas Setelah Mobil Jatuh ke Jurang 60 Meter di Minahasa Selatan