“Saya pikir biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten aja di situ,” kata Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2).
Paloh lantas berargumen panjang. Dia melihat sistem multipartai yang ada sekarang perlu diarahkan menjadi selected party. Tujuannya untuk stabilitas pemerintahan dan efektivitas menjalankan demokrasi.
Pria yang kerap disapa Abang ini juga menyoroti jumlah partai politik yang terlalu banyak. Dia mempertanyakan esensi demokrasi jika tidak membawa manfaat nyata.
“Kita terlalu gembira dengan banyaknya seluruh partai-partai politik untuk dan atas nama kepentingan demokrasi itu sendiri,” ujarnya.
“Tapi di sisi lain, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa azas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan yang kita miliki.”
Jadi, perbedaan pendapat ini masih akan berlanjut. Di satu sisi ada usulan moderat 5%, di sisi lain tawaran lebih tinggi 7% untuk penyederhanaan. Perdebatan seru tinggal menunggu keputusan final.
Artikel Terkait
PAN Dorong Jusuf Kalla Sampaikan Kritik Langsung ke Prabowo
Dubes Pakistan: Kepemimpinan Indonesia Bawa Masa Depan Cerah bagi Kelompok D-8
Sekjen D-8: Pakistan, Turki, dan Mesir Jadi Penengah Krusial Antara Iran dan AS
Pemerintah Serahkan Rp31,3 Triliun Hasil Penertiban Kawasan Hutan