Wacana menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) terus jadi perdebatan hangat. Kali ini, suara datang dari internal Partai Golkar. Sekjen partai beringin, Muhammad Sarmuji, menilai usulan PT hingga 7% itu berlebihan. Menurutnya, angka segitu nggak perlu.
“Kami mengusulkan PT yang moderat tapi dikombinasikan dengan factional threshold,” ujar Sarmuji, Selasa (24/2/2026).
Dia menjelaskan, kombinasi aturan itu bisa memberi peluang bagi partai untuk masuk parlemen, namun kemudian dikumpulkan dalam fraksi yang lebih besar. Jadi, ada keseimbangan.
Di sisi lain, Sarmuji mengakui kenaikan PT dari aturan lama yang 4% mungkin terjadi. Tapi ya itu, jangan jauh-jauh. “Kalau sedikit naik dan dikombinasikan dengan factional threshold sebenarnya cukup ideal. Nggak perlu sampai 7 persen juga,” ungkapnya tegas.
Lalu berapa usulan konkret Golkar? Sarmuji menyebut angka 5% sebagai pilihan yang masuk akal. Angka ini, katanya, tidak akan membuat partai-partai politik ‘kaget’.
“Ya boleh sekitar itu (5%). Biar partai-partai nggak kaget,” katanya dengan nada santai.
Usulan ini jelas berbeda dengan sikap yang diambil Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. Sejak awal, Paloh konsisten mendorong PT dinaikkan menjadi 7%. Baginya, angka itu jauh lebih efektif.
Artikel Terkait
Komisi III DPR Apresiasi Pemecatan Oknum Brimob Pelaku Penganiayaan Siswa di Tual
Satu dari Delapan Buron Rutan Way Kanan Berhasil Ditangkap di Hutan
Gubernur Jateng Operasikan Loader di Pantai Batang, Soroti Darurat Sampah 6,36 Juta Ton
KONI NTT Targetkan 37 Emas PON 2028, Anggaran Rp250 Miliar Disiapkan