"Lagi sahur, kebetulan lagi penuh barang sebagian udah dibawa keluar, blok c semuanya habis terbakar,"
Katanya lagi, menggambarkan kepanikan di tengah malam itu.
Di sisi lain, upaya pemadaman menghadapi kendala serius. Akses menuju titik api, terutama di belakang pasar, sangat sempit. Hanya satu kendaraan damkar yang bisa masuk, membuat manuver petugas jadi tak maksimal. Ditambah lagi, isi kios-kios yang kebanyakan kain, plastik, dan bahan sejenisnya ibarat makanan lezat bagi api.
Warga sekitar dan pedagang yang lain tak tinggal diam. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu. Ada yang membawa ember berair, berusaha memadamkan bara yang terus menjalar. Namun begitu, usaha mereka kerap tak berarti menghadapi kobaran yang sudah terlalu besar.
Sampai saat ini, penyebab kebakaran masih jadi tanda tanya. Petugas lebih dulu fokus pada pendinginan, memastikan api benar-benar padam sampai ke akarnya. Mereka tak ingin ada bara tersisa yang bisa memicu musibah untuk kedua kalinya.
Artikel Terkait
Ketua Parlemen Iran: Waktu AS dan Israel Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon Hampir Habis
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai
Empat Pelaku Penipuan Mengatasnamakan Pimpinan KPK Ditangkap di Jakarta