Menurut Kakanwil Ditjenpas Banten, M Ali Syeh Banna, kegiatan semacam ini punya dampak spiritual yang kuat. Bukan sekadar makan bersama.
"Ini program sangat luar biasa, saya sangat senang dan sangat mendukung. Kalau begini, keluarga merasa memiliki, dan mereka (WBP) tidak merasa ditinggalkan, merasa dimiliki oleh keluarganya," jelas Ali.
Namun begitu, tak semua tahanan bisa ikut serta saat ini. Karutan Serang, Rangga Permata, mengakui ada keterbatasan tempat. Tapi ia memastikan ini bukan satu-satunya kesempatan.
"Saat ini ada 103 WBP yang melaksanakan buka puasa bersama keluarga. Nanti kita rencanakan dua kali selama bulan Ramadan ini, pada 23 Februari dan 6 Maret. Jadi bergiliran WBP-nya," ungkap Rangga.
Jadi, masih ada giliran lain. Sebuah upaya kecil untuk mengobati kerinduan, setidaknya di bulan yang penuh ampunan ini.
Artikel Terkait
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA
Serangan Udara di Beirut Bebani Sistem Kesehatan Lebanon yang Sudah Rapuh
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Takut Hadapi Sidang Pencemaran Nama Baik
Polisi Cakung Tangkap Pelaku Pembacokan di Kampung Pedaengan dalam Kurang dari Dua Jam