Punya rumah sendiri, impian banyak orang, kan? Bayangin aja, pulang kerja bisa bener-bener istirahat tanpa diganggu siapa-siapa. Apalagi kalau udah berkeluarga, rasanya kebutuhan ini makin mendesak aja.
Tapi jangan salah, beli rumah itu nggak semudah beli gorengan di pinggir jalan. Prosesnya panjang banget. Butuh persiapan dana yang nggak sedikit, terus harus riset lokasi yang cocok, dan seabrek hal teknis lain. Bisa makan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun buat dapetin yang pas.
Makanya, hati-hati itu wajib hukumnya. Soalnya, rumah itu investasi jangka panjang. Ini bakal jadi tempat kamu pulang dan berlindung setiap harinya. Jangan sampai salah pilih, nyesel kemudian hari.
Daripada penasaran, yuk kita simak pengalaman beberapa orang yang sudah lebih dulu menjalani proses ini.
Hal-hal Krusial Sebelum Memutuskan Beli Rumah
Nah, dari pengalaman mereka, ada beberapa poin yang ternyata benar-benar harus diperhatikan baik-baik.
1. Soal Legalitas, Jangan Main-main
Hal pertama yang ditekankan oleh Ayu (32) adalah urusan legalitas dan status rumah. Ini pondasinya. Kalau urusan sertifikat dan dokumen lain beres, tidur pun jadi lebih nyenyak.
Bayangin aja, baru beberapa bulan menempati rumah, eh tiba-tiba ada orang ngaku-ngaku punya hak atas properti itu. Ribet kan jadinya? Pastiin semua dokumen lengkap dan bebas sengketa.
"Sertifikat harus jelas, tidak sengketa, bisa dibalik nama, dan ada IMB atau PPBG yang valid," tegas Ayu. Intinya, jangan sampai ada yang ganjel di kemudian hari.
2. Lokasi, Bukan Cuma Soal Alamat
Selain legalitas, Ayu juga menyarankan untuk jeli memilih lokasi. Strategis itu artinya dekat dengan fasilitas umum dan transportasi. Tapi jangan cuma itu.
Coba perhatikan juga, apakah kawasan itu berkembang atau justru stagnan? Soalnya, nilai rumah bisa melonjak kalau lingkungan sekitarnya ikut maju. Rumah itu bukan cuma tempat tinggal, lho. Dia juga aset.
"Rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga aset jangka panjang, jadi nilai investasinya harus dipikirkan," imbuhnya.
Pendapat serupa datang dari Rita Ananti (35). Baginya, lokasi adalah segalanya. Jarak ke kantor dan sekolah anak harus jadi pertimbangan utama.
"Jangan sampai tiap hari hidup di jalan dua jam pulang pergi (kantor/sekolah), bisa kurus bukan karena diet tapi stres," ujarnya setengah becanda. Tapi memang bener, waktu yang terbuang di jalan bisa bikin frustrasi.
3. Lingkungan Sekitar, Sumber Ketenteraman atau Petaka?
Urusan beli rumah nggak cuma soal bangunannya aja. Suasana lingkungan sekitar juga pengaruh banget. Rita menyarankan untuk cari lingkungan yang aman dan minim kriminalitas. Biar bisa tenang beraktivitas.
Selain itu, perhatikan juga dinamika antar tetangga. Jangan sampai salah pilih.
"Kalau tetangganya rese dan suka drama, wah bisa meledak tiap hari. Penting banget cari yang vibes kompleksnya damai," saran Rita. Iya sih, tetangga yang baik itu rezeki.
4. Periksa Fisik Rumah dengan Mata Kepala Sendiri
Terakhir, tapi nggak kalah penting, adalah kondisi fisik rumah. Wati (35) bilang, periksa dengan saksama setiap sudutnya. Pastikan semuanya berfungsi dengan baik agar nggak perlu keluar duit lebih buat renovasi besar-besaran.
"Lihat tembok, pipa, atap. Jangan sampai baru masuk udah renovasi gede. Capek dan boros," ucapnya. Nasihat yang sangat masuk akal.
Rita dan Ayu sepakat bahwa dua hal yang wajib dicek adalah aliran air dan kondisi atap, terutama saat hujan. Jangan sampai dapat rumah yang bocor di mana-mana.
"Saya cek struktur bangunan seperti kualitas dinding, fondasi, saluran air, sistem kelistrikan, hingga ventilasi. Soalnya, rumah yang terlihat bagus di luar belum tentu aman secara konstruksi," jelas Ayu lagi. Tampilan luar bisa menipu, jadi teliti itu perlu.
Jadi, itulah beberapa pelajaran berharga dari mereka yang sudah mengalami langsung proses beli rumah. Semoga bisa jadi panduan buat kamu yang sedang dalam perjalanan mewujudkan impian punya rumah sendiri.
Artikel Terkait
Pakar Hukum: Warga Berhak Gugat Negara atas Kelalaian Infrastruktur Publik
Pemimpin Kartel CJNG El Mencho Tewas, Kekacauan di Meksiko Picu Peringatan Perjalanan dan Pembatalan Penerbangan
Makassar Alokasikan Rp10,6 Miliar untuk Bangun Jalan Akses TPA Antang
Catatan Harian Ungkap Jaringan Dakwah Ulama Sulsel KH Ahmad Surur