"Sehingga menyebabkan kawanan gajah kemudian mengamuk dan menyebabkan kerusakan terhadap mess dan sepeda motor," imbuh Kapolres.
Baru sekitar pukul setengah sepuluh pagi, kawanan itu pergi meninggalkan lokasi, masuk kembali ke hutan konservasi. Staf keamanan perusahaan lalu memberanikan diri memeriksa area. Hasilnya mengejutkan.
"Setelah dilakukan pengecekan didapati kerusakan mess dan ditemukan 1 (ekor) anak gajah terjebak di dalam septic tank dalam keadaan masih hidup," ujarnya.
Evakuasi pun segera dilakukan. Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Dengan susah payah dan menggunakan tali, anak gajah yang penuh lumpur itu akhirnya berhasil ditarik ke permukaan.
"Setelah berhasil dikeluarkan, anak gajah tersebut disiram air untuk membersihkannya dari lumpur dan selanjutnya digiring ke arah hutan konservasi dimana kawanan gajah lainnya masih berada di sana," katanya.
Pasca insiden ini, polisi mengambil langkah antisipasi. Mereka khawatir gajah-gajah itu bisa kembali. Kapolres juga mengimbau manajemen perusahaan untuk segera membuat sistem peringatan dini. Tujuannya jelas: meminimalisir konflik dengan satwa liar yang dilindungi seperti gajah Sumatera ini. Imbauan lain, jangan sampai ada tindakan provokatif yang justru kontra-produktif bagi kelestarian mereka.
Artikel Terkait
Tiga Orang Luka-Luka dalam Kecelakaan Truk Kontainer di Turunan Silayur Semarang
Ketua Parlemen Iran: Waktu AS dan Israel Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon Hampir Habis
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai