Suasana tegang menyelimuti beberapa wilayah Meksiko. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pun bergerak cepat, mengeluarkan peringatan keras bagi warganya yang berada di sana. Intinya: segera berlindung dan jangan keluar rumah sampai ada kabar lebih lanjut. Peringatan mendesak ini muncul setelah konfirmasi tewasnya Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, atau yang lebih dikenal sebagai El Mencho, dalam sebuah operasi militer.
El Mencho bukan nama sembarangan. Dia adalah pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang sangat berkuasa sekaligus misterius. Pria 60 tahun yang pernah jadi polisi ini terluka parah saat penggerebekan di Tapalpa, Jalisco, pada hari Minggu. Menurut laporan, dia menghembuskan napas terakhir saat dievakuasi dengan helikopter ke Mexico City.
Kematian sang gembong narkoba itu ibarat memicu bara dalam sekam. Gelombang kekerasan langsung meledak. Di Jalisco dan sejumlah negara bagian lain, jalan-jalan raya tiba-tiba diblokir oleh pria-pria bersenjata. Mobil-mobil dibakar, membuat kepanikan semakin menjadi.
Merespons situasi yang tak terkendali ini, Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, tak punya pilihan lain. Dia menetapkan status "kode merah" atau keadaan darurat. Semua transportasi umum dihentikan sementara. Pesannya kepada warga jelas dan tegas: tetap di dalam rumah.
"Karena operasi keamanan yang sedang berlangsung dan sejumlah pemblokiran jalan, serta aktivitas kriminal terkait, warga AS di lokasi-lokasi yang disebutkan harus berlindung di tempat hingga pemberitahuan lebih lanjut,"
Artikel Terkait
Komnas HAM Masih Tunggu Konfirmasi Kehadiran Empat Prajurit TNI Tersangka Penyiraman KontraS
Gubernur DKI Peringatkan Keras PPSU di Town Hall Usai Kasus Manipulasi Aduan JAKI
Putin Umumkan Gencatan Senjata Sehari untuk Paskah Ortodoks
Anggota DPR Desak Kemnaker Perbaiki Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan