Posisi dan Langkah Strategis Indonesia
Lantas, bagaimana seharusnya Indonesia menyikapi dinamika yang berisiko tinggi ini? Teuku Rezasyah menegaskan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif harus menjadi pedoman utama. Pemerintah Indonesia dianggap wajib untuk bersikap netral dan tidak memihak jika perang benar-benar meletus.
Di samping menjaga netralitas diplomatik, langkah praktis untuk mengamankan kedaulatan wilayah mutlak diperlukan. Indonesia harus mampu mengendalikan ruang udara, darat, dan lautnya guna mencegah penyusupan atau aktivitas ilegal yang dapat memanfaatkan situasi.
“RI dengan sumber dayanya yang terbatas segera mengendalikan ruang-ruang udara, darat, dan laut di seluruh wilayah nasional RI. Sehingga terbebaskan dari penyusupan sipil bersenjata, penyelundupan senjata, spionase di perbatasan, dan perang elektronik,” jelasnya.
Inisiatif Diplomasi dan Pertahanan Semesta
Tak hanya bersikap reaktif, Indonesia juga didorong untuk mengambil inisiatif di panggung diplomasi global. Rezasyah menyarankan agar Indonesia berani mendorong diselenggarakannya sidang istimewa Dewan Keamanan PBB sebagai upaya meredakan ketegangan.
Secara internal, sistem keamanan nasional harus diperkuat dengan melibatkan seluruh komponen bangsa. Tujuannya adalah untuk membentuk daya tangkal yang solid sehingga Indonesia tidak menjadi target atau medan perang baru bagi pihak-pihak yang bertikai.
“RI menyelenggarakan sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta, dengan melibatkan TNI, Polri, Komcad, rakyat terlatih dan pertahanan sipil. Tujuannya adalah mencegah dijadikannya RI sebagai target baru oleh pihak-pihak mana pun yang ingin memperluas medan perang dengan melibatkan Indonesia,” pungkas Teuku Rezasyah.
Rekomendasi ini menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan maksimal di tengau gejolak geopolitik yang tidak menentu, seraya tetap aktif berkontribusi bagi perdamaian dunia.
Artikel Terkait
FIFA Umumkan 52 Wasit Utama untuk Piala Dunia 2026, Termasuk Enam Wasit Perempuan
Israel Setuju Pembicaraan Langsung dengan Lebanon, Fokus pada Pelucutan Hizbullah
Gubernur DKI Ancam Pecat Oknum yang Manipulasi Laporan di Aplikasi JAKI
Pemprov DKI Godok Koneksi MRT dan KRL Listrik untuk Revitalisasi Kota Tua