Irene optimis jumlah pengunjung akan melimpah. "Dari tarawih saja limpah ke sini, pasti lebih banyak," katanya sambil menyebut estimasi 5.000 hingga 10.000 orang. "Ini lapangan terbuka, kenapa enggak tertutup? Supaya inklusivitas itu bukan sesuatu yang kita omongkan, tapi kita rasakan."
Di sisi lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait hadir dengan penekanan yang berbeda. Baginya, perbedaan adalah fondasi kekuatan bangsa.
Tak cuma bicara, kementeriannya pun turun tangan dengan menyiapkan program rumah bersubsidi untuk 100 orang yang memenuhi syarat. "Presiden Prabowo sudah kasih BPHTB gratis. PBG-nya, dulu namanya IMB, juga gratis. Kita siapkan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Staf Presiden M. Qodari melihat gelaran ini dari sudut yang lebih luas. Ia menilai suasana Imlek tahun ini terasa merata, tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta, tapi juga di berbagai daerah.
Jadi, itulah sekelumit suasana di Lapangan Banteng. Sebuah festival yang lahir di bulan Ramadan, merayakan Imlek, dan pada intinya ingin mengingatkan kita semua tentang sebuah kata yang sering terdengar namun harus terus dirawat: harmoni.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Picu Kenaikan Harga BBM
Persib Waspadai Bali United yang Berangkat dengan Moral Tinggi ke GBLA
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Mark-up Harga Minyak 2008-2015
Wanita Ditemukan Tewas dengan Luka Gorok di Leher di Rumahnya, Bekasi