Anggota Brimob Didesak Diadili Usai Aniaya Pelajar hingga Tewas di Tual

- Senin, 23 Februari 2026 | 01:30 WIB
Anggota Brimob Didesak Diadili Usai Aniaya Pelajar hingga Tewas di Tual

Lantas, bagaimana kronologi sebenarnya? Dari penjelasan kepolisian, awal mula tragedi ini berawal dari patroli cipta kondisi Brimob di wilayah Tual dan Maluku Tenggara, Kamis (19/2) dini hari. Mereka menggunakan kendaraan taktis.

Setelah berkeliaran di sekitar Kompleks Mangga Dua, Langgur, hingga pukul dua pagi, patroli kemudian beralih ke Desa Fiditan, Kota Tual. Pergeseran ini dilakukan setelah ada laporan warga soal dugaan pemukulan di area Tete Pancing.

Sesampainya di lokasi, tersangka dan beberapa anggota turun untuk pengamanan. Tak lama, sekitar sepuluh menit kemudian, dua sepeda motor melaju kencang dari arah Ngadi menuju Tete Pancing.

Di sinilah momen kritis terjadi. Tersangka disebut mengayunkan helm taktisnya sebagai isyarat. Sayangnya, helm itu malah menghantam pelipis kanan korban AT. Remaja itu langsung terjungkal dari motornya, terjatuh dalam posisi telungkup.

Korban pun dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur. Upaya penyelamatan dilakukan. Namun, nasib berkata lain. Pada pukul 13.00 WIT, nyawa sang pelajar tak tertolong lagi. Ia dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan duka dan rentetan pertanyaan tentang kekerasan yang tak seharusnya terjadi.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar