Fadli Zon juga mengapresiasi peningkatan status museum menjadi tipe A. Namun, menurutnya, standar teknis tersebut harus diimbangi dengan penataan yang lebih baik, terutama dalam penyajian kepada pengunjung. Ia menekankan bahwa narasi yang kuat dan tata pamer yang menarik adalah kunci untuk mendekatkan museum, khususnya kepada generasi muda.
"Dengan koleksi yang luar biasa, kita memerlukan storyline yang kuat, narasi yang kuat, literasi yang kuat. Revitalisasi pada aspek tata pamer menjadi kebutuhan penting agar museum semakin menarik bagi generasi muda. Selain itu tentu diperlukan tata cahaya, tata pamer dan storyline untuk membuat museum lebih menarik," jelasnya.
Revitalisasi tidak hanya soal penataan ruang. Menteri juga melihat peluang besar dalam pengembangan produk kreatif berbasis koleksi museum. Merchandise yang memanfaatkan kekayaan intelektual atau IP, seperti motif Garudeya, dinilai dapat memperkuat ekosistem permuseuman sekaligus mengenalkan budaya ke khalayak yang lebih luas.
Kolaborasi untuk Masa Depan Museum
Untuk mewujudkan visi museum sebagai ruang budaya yang hidup, Fadli Zon menekankan pentingnya kolaborasi. Dukungan pemerintah pusat akan difokuskan pada program non-fisik, edukasi, dan pengembangan melalui dana alokasi khusus.
Lebih dari itu, keterlibatan sektor swasta dan filantropis digalakkan. Pendekatan kemitraan ini dianggap telah membuktikan manfaatnya, dengan banyak pengusaha yang secara sukarela memberikan hibah untuk pemajuan museum dan cagar budaya nasional. Dengan sinergi berbagai pihak, Museum Mpu Tantular diharapkan dapat bertransformasi dari sekadar tempat penyimpanan menjadi pusat edukasi, informasi, dan aktivitas kebudayaan yang dinamis.
Artikel Terkait
Tiga Orang Luka-Luka dalam Kecelakaan Truk Kontainer di Turunan Silayur Semarang
Ketua Parlemen Iran: Waktu AS dan Israel Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon Hampir Habis
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai