Turis Selandia Baru Rusak Mikrofon Musala, Ternyata Overstay di Gili Trawangan

- Minggu, 22 Februari 2026 | 10:30 WIB
Turis Selandia Baru Rusak Mikrofon Musala, Ternyata Overstay di Gili Trawangan

Di hadapan petugas imigrasi, ML mengulangi alasannya. Dia merasa terusik oleh suara tadarus yang menggunakan pengeras suara pada malam hari. Namun begitu, pihak berwenang punya penjelasan lain.

Mereka menerangkan bahwa aktivitas tadarus, apalagi di bulan Ramadan, adalah bagian dari ibadah rutin umat Islam di sana. ML pun diminta untuk bisa memaklumi. Situasi ini jadi pengingat soal pentingnya saling menghormati, terutama di tempat yang punya kultur dan kebiasaan berbeda.

Di sisi lain, kasus overstay-nya kini jadi fokus pemeriksaan tersendiri. Imigrasi akan menindaklanjuti status hukum sang WNA.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar