Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis kabar terbaru soal Siklon Tropis Iggy. Kabarnya, siklon yang sempat jadi perhatian itu kini sudah dinyatakan punah. Padahal, baru sehari sebelumnya, tepatnya tanggal 1 Januari 2026, Iggy resmi terbentuk.
Menurut pernyataan resmi BMKG yang dikeluarkan Jumat (2/1), Iggy bermula dari Bibit Siklon Tropis 90S. Ia sempat menguat dengan kecepatan angin maksimum mencapai 75 km per jam, berpusat di Samudera Hindia selatan Yogyakarta.
“Namun, sistemnya kini sudah melemah jadi low atau punah,” kata BMKG.
Lantas, apa penyebabnya? Ternyata, dukungan dari parameter atmosfer untuk pertumbuhan siklon ini berkurang drastis. Akibatnya, kecepatan anginnya turun dan tak ada lagi tanda-tanda ia bakal bangkit kembali. Singkatnya, ancaman dari Iggy sudah benar-benar berakhir.
Jalur Iggy sendiri cukup menarik untuk dicermati. Awalnya, saat masih berstatus bibit, sistem cuaca ini diawasi ketat oleh BMKG. Tapi begitu menguat jadi siklon tropis, wilayah pergerakannya masuk ke area tanggung jawab Australia. Badan Meteorologi Australia (BoM) lah yang kemudian memberinya nama "Iggy".
Meski begitu, pengaruhnya sempat terasa di tanah air. Saat masih aktif, Iggy berkontribusi pada hujan lebat yang mengguyur beberapa wilayah Jawa. Selain itu, gelombang tinggi di perairan selatan Pulau Jawa juga sempat terjadi. Untungnya, semua itu sudah berlalu. Iggy kini tinggal cerita.
Artikel Terkait
17 Februari dalam Catatan Sejarah: Dari Tsunami Maluku 1674 hingga Kelahiran Buya Hamka dan Michael Jordan
Rooney Ingatkan Risiko Euforia United Strands, Cunha Tegaskan Fokus Hanya pada Poin
Tyler Morton Ungkap Kurangnya Kepercayaan dari Arne Slot Sebabkan Hengkang ke Lyon
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.