"Saya pikir, kami bermain sangat baik pada pertandingan ini. Kami bisa menciptakan banyak peluang, lalu mencetak gol untuk unggul. Sedangkan lawan bisa mencetak gol hanya dengan satu umpan silang," ujar Seslija usai laga.
Dia kemudian menambahkan, dengan nada yang terdengar getir, "Sepak bola memang kejam. Saya tidak bisa mengomentari apa pun soal penampilan para pemain. Mereka sudah mengeluarkan semua kemampuan yang dimilikinya di laga ini. Jika saja kami bisa mencetak satu gol lagi di antara semua peluang yang tercipta."
Jelas terasa penyesalan dalam kata-katanya. Pertandingan ini seolah menjadi potret musim mereka: bermain bagus, mendominasi, tapi kerap gagal di momen-momen penentu. Di sisi lain, PSBS patut diacungi jempol. Mereka bertahan solid dan cerdas memanfaatkan satu peluang emas yang didapat. Bagi Seslija dan anak asuhnya, malam ini adalah pelajaran tentang betapa efisiensi di depan gawang seringkali lebih berbicara daripada sekadar penguasaan permainan.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon