Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 2026, Sebagian Kelompok Sudah Lebih Dulu Berpuasa

- Minggu, 22 Februari 2026 | 04:00 WIB
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 2026, Sebagian Kelompok Sudah Lebih Dulu Berpuasa

Sementara itu, di Padang, Sumatra Barat, jemaah Tarekat Naqsyabandiyah bahkan telah memulai puasa lebih awal lagi, yaitu pada Selasa siang. Penghitungan mereka didasarkan pada metode hisab dan rukyah yang merujuk pada kitab Munjid, menunjukkan keragaman pendekatan dalam menentukan awal bulan kamariah.

Ajakan Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

Menyikapi variasi ini, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menyatakan bahwa perbedaan semacam ini adalah hal yang wajar dalam konteks keindonesiaan yang majemuk. Ia menekankan pentingnya persatuan di atas segala perbedaan metodologi.

"Perbedaan itu menjadi sebuah keniscayaan yang bisa kita pahami dan maklumi. Namun, yang paling penting adalah menjaga keutuhan sebagai umat Islam," tuturnya.

Pesan serupa disampaikan oleh Wakil Ketua Muhammadiyah Jawa Barat, KH Zamzam. Ia mengajak seluruh umat Muslim untuk fokus menyambut Ramadan dengan sukacita dan memperbanyak ibadah, tanpa menjadikan perbedaan penetapan sebagai sumber perpecahan. Semangat untuk meramaikan masjid dan berlomba-lomba dalam kebaikan, menurutnya, jauh lebih utama.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar