MURIANETWORK.COM - Banyak wanita mengalami lonjakan kadar kolesterol saat memasuki usia menopause, meski pola makan mereka tidak banyak berubah. Perubahan biologis yang terjadi pada fase ini menjadi pemicu utamanya, sebuah kondisi yang perlu dipahami untuk mencegah risiko komplikasi kesehatan jangka panjang.
Kaitan Menopause dan Lonjakan Kolesterol
Fenomena ini bukan sekadar pertambahan usia biasa. Saat wanita mendekati masa menopause, produksi hormon estrogen yang selama ini berperan dalam melindungi pembuluh darah dan mengatur kadar kolesterol mulai menurun drastis. Perubahan hormonal inilah yang seringkali menyebabkan kolesterol jahat (LDL) meningkat dan kolesterol baik (HDL) menurun, terlepas dari kebiasaan makan yang tetap.
Dokter sering menekankan bahwa kewaspadaan terhadap perubahan ini sangat krusial. "Jika Anda punya hipertensi, diabetes, kolesterol, kemungkinan Anda punya penggumpalan darah," ungkap seorang narasumber dalam sebuah tayangan kesehatan. Potensi penyumbatan pembuluh darah akibat plak kolesterol menjadi ancaman serius yang bisa berujung pada penyakit jantung atau stroke.
Teknologi Laser sebagai Pendukung Kesehatan Pembuluh Darah
Dalam upaya menjaga kesehatan kardiovaskular, berbagai pendekatan terus dikembangkan. Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah terapi low-level laser, yang dirancang untuk menyinari pembuluh darah di pergelangan tangan. Prinsip kerjanya adalah menggunakan sinar laser dengan panjang gelombang tertentu untuk menembus jaringan.
Diklaim, paparan sinar ini dapat memberikan efek positif pada sirkulasi. "Jika alat ini dipakai dan sinar laser mengenai penggumpalan darah di pembuluh darah, maka akan bisa diurai," jelasnya. Aliran darah yang lebih lancar diharapkan dapat membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah kekentalan darah.
Artikel Terkait
Israel Setuju Pembicaraan Langsung dengan Lebanon, Fokus pada Pelucutan Hizbullah
Gubernur DKI Ancam Pecat Oknum yang Manipulasi Laporan di Aplikasi JAKI
Pemprov DKI Godok Koneksi MRT dan KRL Listrik untuk Revitalisasi Kota Tua
Wamendagri: Dai dan Ulama Diharapkan Jadi Penggerak Sosial di Wilayah Perbatasan