Inter Milan akhirnya bisa bernapas lega. Kunjungan mereka ke markas Lecce, Minggu dini hari tadi, berbuah tiga poin penting lewat kemenangan 2-0. Tapi, jalan menuju angka penuh itu sama sekali tidak mudah. Lecce, sang tuan rumah, memberikan perlawanan yang jauh lebih alot dari yang diperkirakan.
Sejak wasit meniup peluit awal, Inter langsung mengambil kendali. Penguasaan bola ada di kaki mereka. Namun, dominasi itu nyaris tak berarti. Lecce bermain sangat rapat, mempertahankan bentengnya dengan disiplin tinggi. Garis pertahanan yang mereka tarik begitu dalam, membuat lini serang Inter kebingungan mencari celah. Hasilnya? Babak pertama berakhir tanpa gol. Nyaris tak ada peluang berbahaya yang tercipta.
Memasuki babak kedua, situasi tak banyak berubah. Inter masih memegang kendali permainan, sementara Lecce tetap bertahan dengan formasi padat. Tampaknya, pertandingan akan berakhir dengan hasil imbang yang mengecewakan bagi tim tamu. Namun begitu, kesabaran akhirnya membuahkan hasil.
Baru di menit ke-75, kebuntuan itu pecah. Henrikh Mkhitaryan, yang masuk lebih awal, menjadi pahlawan. Ia berhasil melesakkan bola ke gawang Lecce, menggetarkan jala yang dijaga Falcone. Gol itu seperti membuka keran.
Tak lama berselang, tepatnya menit ke-82, Inter menggandakan keunggulan. Manuel Akanji yang juga masuk sebagai pemain pengganti berhasil melepaskan diri dari kawalan ketat. Ia menyambut umpan silang Federico Dimarco dengan sempurna, mengamankan kemenangan bagi Nerazzurri.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon