Langit di Gaza mungkin masih kelabu, tapi dari Jakarta datang kabar yang cukup membanggakan. Menlu Sugiono, dalam keterangannya Jumat lalu, menyebut penunjukan Indonesia sebagai wakil komandan International Stabilization Force (ISF) bukanlah hal biasa. Ini adalah pengakuan dunia. Sebuah bentuk penghormatan terhadap reputasi militer kita yang sudah terbukti di berbagai misi perdamaian.
"Operasi ini juga merupakan sesuatu yang ya penghormatan dan penghargaan lah terhadap track record Indonesia," ujar Sugiono, dengan nada yang terdengar penuh keyakinan.
"Reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian, itu yang dilihat."
Menurut penjelasannya, posisi strategis itu didapat setelah Indonesia menerima undangan langsung dari Amerika Serikat, yang bertindak sebagai force commander. Dalam skema operasi gabungan semacam ini, jabatan wakil komandan operasi biasanya memang diberikan kepada negara penyumbang pasukan terbesar. Dan Indonesia memenuhi kriteria itu.
Bayangkan saja, rencananya kita akan menurunkan sekitar 8.000 personel TNI. Jumlah yang sangat signifikan, mengingat total pasukan gabungan ISF nantinya diperkirakan sekitar 20.000 orang. Wajar kalau kemudian posisi deputy commander operasi jatuh ke pangkuan kita.
"Karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka deputy commander operasi merupakan sesuatu penghormatan," tambah Sugiono.
Artikel Terkait
Pekerja Pabrik VKTR Apresiasi Kebijakan Percepatan Elektrifikasi Prabowo
MUI Lampung Bagikan Contoh Khutbah Jumat tentang Menjaga Semangat Ibadah Pasca-Ramadan
Mantan Suami di Pati Robohkan Rumah Gono-Gini Usai Mantan Istri Akan Menikah Lagi
Pemkab Magetan Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat bagi ASN