Namun begitu, jabatan ini bukan sekadar titel belaka. Sugiono menekankan bahwa posisi tersebut diharapkan bisa memfasilitasi tujuan utama Indonesia di Gaza. Tujuannya jelas: melindungi masyarakat sipil di kedua belah pihak dan fokus pada upaya-upaya kemanusiaan. Bukan untuk berperang.
"Kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF," tegasnya.
Ia menggarisbawahi sekali lagi, Indonesia tidak akan melakukan operasi militer ofensif. Tugasnya adalah menjaga perdamaian.
Konfirmasi soal penawaran posisi ini sendiri sudah mengemuka lebih dulu. Dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC, Rabu waktu setempat, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers menyatakan telah menawarkan posisi tersebut dan Indonesia menerimanya.
Presiden Prabowo Subianto, yang hadir dalam kesempatan sama, langsung menyambut baik. Beliau berkomitmen untuk mengirimkan personel terbaik Indonesia. Semua demi satu tujuan: mendukung proses perdamaian berkelanjutan di Gaza. Sebuah tugas berat, tapi tampaknya kita dipercaya dunia untuk memikulnya.
Artikel Terkait
Wamendagri: Dai dan Ulama Diharapkan Jadi Penggerak Sosial di Wilayah Perbatasan
BPK Mulai Audit LKPD Bangka Belitung, Fokus pada Belanja Barang dan Proyek
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Picu Kenaikan Harga BBM
Persib Waspadai Bali United yang Berangkat dengan Moral Tinggi ke GBLA