MURIANETWORK.COM - Banyak wanita mengalami lonjakan kadar kolesterol saat memasuki usia menopause, meski pola makan mereka tidak banyak berubah. Perubahan biologis yang terjadi pada fase ini menjadi pemicu utamanya, sebuah kondisi yang perlu dipahami untuk mencegah risiko komplikasi kesehatan jangka panjang.
Kaitan Menopause dan Lonjakan Kolesterol
Fenomena ini bukan sekadar pertambahan usia biasa. Saat wanita mendekati masa menopause, produksi hormon estrogen yang selama ini berperan dalam melindungi pembuluh darah dan mengatur kadar kolesterol mulai menurun drastis. Perubahan hormonal inilah yang seringkali menyebabkan kolesterol jahat (LDL) meningkat dan kolesterol baik (HDL) menurun, terlepas dari kebiasaan makan yang tetap.
Dokter sering menekankan bahwa kewaspadaan terhadap perubahan ini sangat krusial. "Jika Anda punya hipertensi, diabetes, kolesterol, kemungkinan Anda punya penggumpalan darah," ungkap seorang narasumber dalam sebuah tayangan kesehatan. Potensi penyumbatan pembuluh darah akibat plak kolesterol menjadi ancaman serius yang bisa berujung pada penyakit jantung atau stroke.
Teknologi Laser sebagai Pendukung Kesehatan Pembuluh Darah
Dalam upaya menjaga kesehatan kardiovaskular, berbagai pendekatan terus dikembangkan. Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah terapi low-level laser, yang dirancang untuk menyinari pembuluh darah di pergelangan tangan. Prinsip kerjanya adalah menggunakan sinar laser dengan panjang gelombang tertentu untuk menembus jaringan.
Diklaim, paparan sinar ini dapat memberikan efek positif pada sirkulasi. "Jika alat ini dipakai dan sinar laser mengenai penggumpalan darah di pembuluh darah, maka akan bisa diurai," jelasnya. Aliran darah yang lebih lancar diharapkan dapat membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah kekentalan darah.
Cara Penggunaan dan Mekanisme Kerja
Alat yang beredar di pasaran, seperti Dr Laser, umumnya digunakan dengan cara dipasang di pergelangan tangan. Area ini dipilih karena terdapat pembuluh nadi dan titik-titik akupuntur yang strategis. Penggunaannya disarankan selama 15 hingga 60 menit per sesi, sebanyak dua kali sehari.
Manfaat yang ditawarkan terutama bersifat preventif dan suportif. "Teknologi laser membantu supaya darah kita tetap terjaga baik. Teknologi laser juga mengoptimalkan sel-sel darah di pembuluh darah," tuturnya. Teknologi ini diposisikan sebagai pelengkap dari gaya hidup sehat, bukan pengganti pengobatan medis.
Pentingnya Pendekatan Komprehensif
Para praktisi kesehatan selalu menekankan bahwa mengelola kolesterol, terutama di usia menopause, memerlukan pendekatan menyeluruh. Konsultasi rutin dengan dokter, pemeriksaan laboratorium, pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan manajemen stres tetap menjadi pilar utama.
Teknologi pendukung seperti terapi laser dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari rangkaian perawatan, namun dengan kehati-hatian. Masyarakat disarankan untuk mencari informasi yang akurat dan membandingkan klaim produk dengan bukti ilmiah yang tersedia. Keputusan untuk menggunakannya sebaiknya didahului dengan diskusi bersama tenaga kesehatan yang memahami kondisi spesifik individu.
Informasi lebih lanjut mengenai topik kesehatan serupa dapat diikuti melalui program televisi "Go Healthy" di Metro TV atau kanal YouTube resminya. Untuk pertanyaan spesifik tentang produk, disarankan menghubungi layanan pelanggan yang tersedia.
Artikel Terkait
NasDem Kembali Usulkan Parliamentary Threshold Naik Jadi 7 Persen
Pemprov DKI Lakukan Evaluasi Total Izin Lapangan Padel Usai Keluhan Warga
Saan Mustopa Tegaskan Komitmen Pererat Silaturahmi dengan Pesantren di Awal Safari Ramadan
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Gayo Lues, Belum Ada Laporan Kerusakan