Pengumuman soal pasukan ini sendiri baru saja digulirkan di Washington. Pasukan itu rencananya bakal punya 20.000 tentara plus pasukan polisi baru. Nah, dalam pertemuan perdana "Dewan Perdamaian" bentukan Donald Trump itu, disebutkan sejumlah negara akan ikut serta. Indonesia salah satunya, bahkan ditunjuk jadi wakil komandan. Kabarnya, Indonesia siap mengirimkan kontingen yang cukup besar, sampai 8.000 tentara.
Di sisi lain, Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi AS untuk Gaza, juga mengumumkan hal lain di forum yang sama. Dia menyebut perekrutan untuk pasukan polisi pasca-Hamas di Gaza sudah mulai digelar.
Menanggapi hal itu, Qassem lagi-lagi memberi respons berlapis. “Melatih pasukan polisi Palestina dalam kerangka nasional mereka bukanlah masalah,” ujarnya. Tapi, lanjut dia, itu hanya boleh jika tujuannya murni untuk menjaga keamanan internal Gaza dan menangkal kekacauan yang mungkin sengaja diciptakan oleh pihak pendudukan beserta milisinya. Intinya, bagi Hamas, kehadiran siapa pun di Gaza tidak boleh menggerus kedaulatan mereka sedikitpun.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Dapur Gizi Bermasalah dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Manado Kerahkan 1.216 Personel Amankan Perayaan Paskah Nasional 2026
Layanan SIM Keliling Kembali Beroperasi di Jakarta, Cek Jadwal dan Syaratnya
PM Spanyol Kecam Netanyahu, Tuduh Rendahkan Nyawa dan Hukum Internasional