Kelompok Hamas akhirnya angkat bicara soal rencana penempatan pasukan penjaga perdamaian internasional di Gaza. Lewat juru bicaranya, Hazem Qassem, mereka bilang sih siap menyambut Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang baru dibentuk itu. Tapi ada catatan penting: jangan sekali-kali mencampuri urusan internal Gaza. Itu garis merahnya.
“Posisi kami mengenai pasukan internasional sudah jelas,” tegas Qassem kepada AFP, Sabtu (21/2/2026).
“Kami menginginkan pasukan penjaga perdamaian yang memantau gencatan senjata, memastikan pelaksanaannya, dan bertindak sebagai penyangga antara tentara pendudukan dan rakyat kami di Jalur Gaza, tanpa mencampuri urusan internal Gaza,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Beirut Tewaskan Ratusan, Guncang Lebanon
Atletico Hancurkan Barcelona 2-0 di Camp Nou, Tuan Rumah Terancam Tersingkir
PSG Kalahkan Liverpool 2-0, Kokohkan Posisi Jelang Leg Kedua
Harga Emas Perhiasan Tembus Rp2,4 Juta per Gram pada 9 April 2026