Yang bikin was-was, belanja konsumen yang selama ini jadi motor penggerak ekonomi AS tumbuhnya cuma 2,4 persen. Itu adalah angka terendah sepanjang 2025. Lemah banget.
Data ini sekaligus bikin jelas, kesenjangan antar kelompok pendapatan makin menganga. Rumah tangga berpenghasilan rendah kayaknya makin terjepit. Beban utang yang menumpuk, ditambah pasar kerja yang nggak sehangat dulu, dan efek kumulatif inflasi tinggi selama bertahun-tahun, bikin mereka kesulitan bernapas.
Ngomong-ngomong inflasi, indikator favorit The Fed, yaitu indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, masih naik 2,9 persen dalam setahun hingga Desember 2025. Masih di atas target mereka.
Reaksi politik pun langsung muncul. Presiden Donald Trump tak ketinggalan menyuarakan kritiknya lewat media sosial. Dia menyalahkan Partai Demokrat atas shutdown yang terjadi.
Dia juga kembali menyasar Ketua The Fed, Jerome Powell. Seperti biasa, Trump mendesak Powell untuk memangkas suku bunga lebih dalam. Pendekatan hati-hati bank sentral, dalam pandangannya, sudah ‘terlambat’ dan nggak membantu situasi.
Artikel Terkait
Pria di Cakung Bacok Kakak Kandung Gara-gara Ditegur Usai Diduga Mengintip
Kemendiktisaintek Perkuat Career Center Kampus untuk Rebut Peluang Kerja Luar Negeri
KPK Dalami Penggunaan Rekening Nominee dalam Kasus Korupsi Bea Cukai
KPK Bekali 45 Finalis Puteri Indonesia 2026 Jadi Duta Anti-Korupsi