Bulan Ramadan memang selalu punya cerita tersendiri. Bagi umat Islam, ini saatnya mempererat tradisi 'berburu takjil' untuk berbuka. Tapi, di balik ritual keagamaan itu, ada denyut ekonomi yang justru semakin kencang. Para pedagang musiman, dari ujung barat sampai timur Indonesia, merasakan benar 'berkah' bulan suci ini. Omzet mereka bisa melonjak dua kali lipat dibanding hari-hari biasa.
Ambil contoh Kota Medan. Coba lihat lapak-lapak di pinggir jalan yang menjajakan aneka takjil. Ramai sekali. Warga berduyun-duyun mencari gorengan, kue basah, sampai minuman segar. Antusiasme mereka ini tentu saja bikin senyum para pedagang. Penjualan meroket, omzet pun naik signifikan.
Namun begitu, fenomena serupa tak cuma terjadi di kota besar. Di Pasar Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Banten, suasana ramainya tak jauh beda. Yang menarik, di sini bahan baku takjil tradisional justru jadi idola. Kolang-kaling dan cincau, misalnya, laris manis diburu pembeli.
Harganya? Untuk kolang-kaling, pedagang mematok sekitar Rp20.000 per kilogram. Sementara cincau lebih murah, Rp5.000 per kilogram. Tak ketinggalan, minuman penghilang dahaga seperti sekoteng dan es rumput laut juga laku keras, dengan harga yang relatif terjangkau.
Artikel Terkait
Untirta Tangani Kasus Mahasiswa Rekam Dosen di Toilet, Laporan Dilaporkan ke Polda Banten
Harga Batu Bara Ikut Minyak, PTBA Targetkan Produksi 50 Juta Ton di Tengah Tekanan Biaya
Bareskrim Ungkap Peredaran Ekstasi di Kelab Malam Bali Lewat Modus Ladies Companion
Jalan Darurat Wih Porak Putus Kembali Diterjang Hujan Deras