IHSG Tertekan Sentimen Global dan Daftar HSC, Analis Proyeksi Koreksi Lanjutan

- Selasa, 07 April 2026 | 07:30 WIB
IHSG Tertekan Sentimen Global dan Daftar HSC, Analis Proyeksi Koreksi Lanjutan

Pasar saham kita tampaknya masih akan menghadapi cuaca buruk di hari Selasa, 7 April 2026 ini. Tekanan jual masih menggantung, melanjutkan sentimen negatif dari perdagangan sebelumnya. Ingat, IHSG kemarin ditutup anjlok 0,53% ke level 6.989. Yang bikin merinding, aksi jual investor asing di pasar reguler mencapai Rp611 miliar. Cukup deras.

Penyebabnya? Ya, lagi-lagi sentimen global yang suram. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang makin panas jadi sorotan utama. Belum lagi isu gencatan senjata yang belum jelas ujung pangkalnya, ditambah ancaman gangguan pasokan energi dari Selat Hormuz. Semua itu bikin investor global ketar-ketir, dan dampaknya terasa sampai ke Bursa Efek Indonesia.

Di sisi lain, dari dalam negeri sendiri ada angin tambahan yang kurang bersahabat. Rilis daftar High Speculation Control (HSC) oleh BEI rupanya juga memberi tekanan ekstra pada pergerakan indeks. Kombinasi faktor luar dan dalam ini bikin pasar seperti terjepit.

Analis MNC Sekuritas memberikan pandangannya yang cukup teknis.

"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6,745-6.849," ujar mereka.

Namun begitu, bukan berarti harapan hilang sama sekali. Ada juga skenario yang lebih optimis, di mana IHSG dianggap telah menyelesaikan wave A pada label biru. Kalau skenario ini yang terjadi, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 7.323–7.450. Untuk hari ini, level support perlu dijaga di 6.917 dan 6.846, sementara resistance ada di 7.207 dan 7.302. Semuanya tergantung pada dinamika pasar nanti.

Nah, Kalau Mau Cari Peluang?

Dalam kondisi seperti ini, beberapa saham tetap mencuri perhatian analis. Berikut sejumlah rekomendasi yang bisa dicermati, meski tentu dengan risiko masing-masing.

PT Sentul City Tbk (BKSL) - Spec Buy

BKSL bergerak datar di harga 108, tapi ada volume pembelian yang muncul. Masalahnya, pergerakannya masih belum bisa menembus MA20. Analis bilang saham ini sedang berada di bagian wave 4 dari wave (C). Buat yang berani ambil risiko, bisa pertimbangkan di rentang 104-107. Targetnya 113 atau 119, dengan batas stoploss di bawah 103.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness

BRPT kemarin justru menguat 5,08% ke 1.345, didorong volume pembelian. Posisinya disebut sedang berada di ujung wave 5 dari wave (C) dari wave [B]. Rekomendasinya adalah beli saat melemah di kisaran 1.160-1.255. Target harga cukup agresif, di 1.610 dan 1.890. Hati-hati, stoploss-nya di bawah 1.080.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Buy on Weakness

Berbeda dengan BRPT, ITMG malah terkoreksi 2,47% ke 26.650. Tekanan jual masih dominan dan harganya sudah di bawah MA20. Analis memprediksi saham ini ada di bagian wave [c] dari wave 4. Kalau mau masuk, tunggu pelemahan ke 26.250-26.650. Targetnya 28.550 dan 29.750, dengan stoploss ketat di bawah 26.000.

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) - Buy on Weakness

TKIM mencatatkan kenaikan 2,38% ke 8.600, juga didukung volume beli. Posisinya saat ini diperkirakan sedang pada bagian dari wave [c] dari wave B. Rekomendasi beli pada pelemahan di area 8.450-8.600. Target harga 9.175 dan 9.800. Jangan lupa pasang stoploss di bawah 8.350.

Begitulah kira-kira peta perdagangan hari ini. Berhati-hatilah, dan selalu perhatikan perkembangan berita terbaru yang bisa mengubah segalanya dalam sekejap.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar