Kampus Untirta akhirnya angkat bicara. Kasus mahasiswa yang ketahuan merekam dosennya di toilet kampus memang bikin geleng-geleng. Nah, pihak universitas bilang, kasus ini sudah ditangani oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) mereka.
Humasi mereka, Adhitya Angga Pratama, mengonfirmasi hal itu Selasa lalu. Menurutnya, sejak laporan masuk, korban langsung dapat pendampingan.
"Sejak awal satgas menerima laporan, langsung dilakukan pendampingan kepada korban," jelas Angga.
Dia menambahkan, pendampingan itu berlanjut sampai korban melapor ke polisi. Satgas PPK, katanya, bekerja mengikuti SOP dan aturan yang berlaku. Jadi, prosesnya dijalankan dengan jelas.
Soal sanksi untuk mahasiswa berinisial MZ itu, Untirta menjanjikan tindakan tegas. Nantinya, sanksi akan diberikan berdasarkan rekomendasi dari satgas tadi, mencakup aspek akademik dan tentu saja hukum.
"Sanksi sesuai aturan dan pedoman akademik yang berlaku. Rekomendasi satgas jadi dasarnya," ucap Angga.
Di sisi lain, Angga menegaskan komitmen kampus. Untirta ingin tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual. Itu tanggung jawab bersama seluruh civitas akademika.
Artikel Terkait
Trump Ultimatum Iran: Seluruh Negara Bisa Hancur dalam Semalam
Kemensos Gelar Doa Bersama dan Sosialisasi untuk Transformasi Budaya Kerja
Remaja 15 Tahun Tewas Ditikam Tetangga Usai Ribut Main Game di Makassar
Golkar Minta Kader Pemuda Awasi Harga Minyak Tanah dan Sosialisasikan Program Prabowo