Kalau Ramadan tiba, ada satu tradisi yang seolah tak bisa dipisahkan: ngabuburit. Ya, kegiatan menunggu azan Maghrib ini sudah mendarah daging. Bentuknya macam-macam, dari sekadar jalan santai, buru takjil, sampai kumpul-kumpul bareng keluarga atau teman. Intinya sih, mengisi waktu sambil menanti saatnya berbuka.
Tapi, meski udah jadi kebiasaan tahunan, pertanyaan klasik sering muncul: ngabuburit yang pas itu jam berapa, sih? Jawabannya sebenarnya fleksibel, tapi nggak ada salahnya kita lihat patokan waktunya dengan merujuk jadwal buka puasa tahun ini.
Dari Bahasa Sunda ke Seluruh Nusantara
Kata "ngabuburit" sendiri asalnya dari tanah Sunda. Ia berasal dari kata "burit" yang artinya sore hari. Jadi, secara harfiah, ngabuburit itu ya kegiatan menunggu datangnya waktu sore tepatnya, menunggu waktu berbuka puasa.
Nah, karena nggak ada aturan baku, masyarakat biasanya mulai keluar rumah atau beraktivitas di sore hari. Bisa dari jam 4 sore, atau bahkan lebih siang. Yang jelas, atmosfernya beda. Suasana menjelang maghrib di bulan Ramadan punya nuansa sendiri; ada rasa tenang, sekaligus semangat untuk segera membatalkan puasa.
Lalu, Kapan Waktu yang Tepat?
Untuk tahu persisnya kapan buka puasa, patokan resminya ya jadwal imsakiyah dari Kemenag. Dari situ, kita bisa memperkirakan.
Artikel Terkait
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta
Trump Kritik NATO dan Sekutu Asia, Sebut Kehadiran Militer AS Sebagai Pengorbanan
Wapres Gibran Tinjau Langsung Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
Jasa Raharja Tegaskan Etika dan Kepatuhan sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis