Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar

- Jumat, 16 Januari 2026 | 20:35 WIB
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar

Ekspor otomotif Korea Selatan benar-benar meledak di tahun 2025. Angkanya mencapai rekor tertinggi yang fantastis, didorong oleh permintaan global yang tak terbendung untuk mobil-mobil ramah lingkungan. Ternyata, pasar sangat menggilai sedan hijau dari negeri ginseng itu.

Data yang dirilis Jumat (16/1/2026) menunjukkan, nilai ekspornya menembus USD71,99 miliar. Kalau dirupiahkan, itu setara dengan Rp1.200 triliun! Pencapaian ini sekaligus menandai tahun ketiga berturut-turut ekspor otomotif Korsel berada di atas level USD70 miliar. Meski volume unit yang dikirim sedikit turun 1,7 persen menjadi 2,7 juta lebih, nilai uangnya justru naik 1,7 persen. Artinya, mereka menjual mobil yang lebih mahal dan bernilai tinggi.

Di sisi lain, peta ekspor mereka mengalami pergeseran. Pasar Amerika Serikat, yang biasanya jadi andalan, justru menyusut cukup signifikan. Ekspor ke AS anjlok 13,2 persen menjadi USD30,15 miliar. Banyak yang menduga, kebijakan tarif baru dari pemerintah sana jadi biang keladinya.

Namun begitu, penurunan di AS tertutupi oleh pertumbuhan yang menggembirakan di wilayah lain. Ekspor ke Uni Eropa dan Asia, misalnya, melesat dengan pertumbuhan dua digit. Uni Eropa menyerap barang senilai USD8,06 miliar, sementara Asia menyusul di angka USD5,88 miliar. Performa ini menunjukkan diversifikasi pasar yang berjalan cukup baik.

Kembali ke produk andalan, permintaan untuk kendaraan ramah lingkunganlah yang jadi motor penggerak utama. Pengiriman sedan hijau melonjak 11,0 persen, menyumbang USD25,77 miliar bagi neraca ekspor. Angka ini jelas jadi penyeimbang dari penurunan di sektor lain.

Sayangnya, tidak semua komponen industri otomotif ikut merasakan euforia ini. Pengiriman suku cadang, contohnya, justru mengalami kontraksi 5,9 persen menjadi USD21,20 miliar. Ini mungkin jadi catatan tersendiri di balik kesuksesan yang secara umum terlihat gemilang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar