Namun begitu, penurunan di AS tertutupi oleh pertumbuhan yang menggembirakan di wilayah lain. Ekspor ke Uni Eropa dan Asia, misalnya, melesat dengan pertumbuhan dua digit. Uni Eropa menyerap barang senilai USD8,06 miliar, sementara Asia menyusul di angka USD5,88 miliar. Performa ini menunjukkan diversifikasi pasar yang berjalan cukup baik.
Kembali ke produk andalan, permintaan untuk kendaraan ramah lingkunganlah yang jadi motor penggerak utama. Pengiriman sedan hijau melonjak 11,0 persen, menyumbang USD25,77 miliar bagi neraca ekspor. Angka ini jelas jadi penyeimbang dari penurunan di sektor lain.
Sayangnya, tidak semua komponen industri otomotif ikut merasakan euforia ini. Pengiriman suku cadang, contohnya, justru mengalami kontraksi 5,9 persen menjadi USD21,20 miliar. Ini mungkin jadi catatan tersendiri di balik kesuksesan yang secara umum terlihat gemilang.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
OJK Siapkan Gugatan Perdata sebagai Senjata Terakhir dalam Kasus DSI