Pelatihan Berdaya Finansial Kemenko PM Resmi Dibuka di Kebumen, Dukung 200 UMKM
KEBUMEN - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meluncurkan program Pelatihan Berdaya Finansial di Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (6/11). Lebih dari 200 pelaku usaha mikro mengikuti inisiatif strategis ini yang menandai pergeseran paradigma pembangunan ekonomi dari bantuan sosial menuju pemberdayaan berkelanjutan.
Kolaborasi Strategis untuk Penguatan UMKM Kebumen
Program ini merupakan hasil sinergi antara Kemenko PM, Pemerintah Kabupaten Kebumen, INAmikro, dan berbagai mitra strategis. Fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui literasi keuangan, penguatan kemampuan teknis, dan adopsi teknologi digital.
Sebagai informasi, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi mencapai 60% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja. Kabupaten Kebumen sendiri menempati posisi ketiga di Jawa Tengah untuk jumlah usaha mikro terbanyak, meski masih menghadapi tantangan akses pembiayaan.
Transformasi Paradigma Pemberdayaan Masyarakat
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan program ini merupakan implementasi visi Presiden Prabowo dalam mengubah pendekatan pembangunan.
"Melalui Program Perintis Berdaya, kami membangun ekosistem konkret yang memungkinkan masyarakat belajar langsung dari mentor, berjejaring, dan mendapat pendampingan hingga mandiri," jelas Leon.
Program tidak berhenti pada pelatihan dua hari, tetapi berlanjut dengan inkubasi intensif selama 13 minggu. Peserta akan difasilitasi akses teknologi produksi, pembiayaan inklusif, pemasaran omnichannel, hingga peluang ekspor dengan standar global dan perlindungan HAKI.
Pendampingan Berkelanjutan Kunci Kesuksesan UMKM
Founder INAmikro Debbie Sianturi menyoroti pentingnya kolaborasi multipihak. "Pemberdayaan UMKM membutuhkan pendampingan intensif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini kita membangun sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku UMKM," ujarnya.
Pelatihan menghadirkan berbagai materi praktis termasuk teknik public speaking untuk live shopping, pelatihan kesadaran usaha, optimalisasi foto produk dengan AI, serta coaching clinic untuk pemetaan tantangan bisnis.
Target Nyata Peningkatan Kapasitas UMKM
Program Berdaya Finansial diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Target outcomes yang diharapkan mencakup peningkatan omzet, penguasaan pemasaran digital, kesiapan investasi, dan perluasan jejaring usaha bagi pelaku UMKM di Kebumen dan sekitarnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Kerahkan Satgas Saber untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang HBKN 2026
PM Australia Anthony Albanese Tiba di Jakarta untuk Tandatangani Traktat Keamanan Bersejarah dengan Prabowo
Kemenkeu Respons Outlook Negatif Moodys, Peringkat Baa2 Tetap Dipertahankan
Menkeu Tegaskan Pengisian Ketua OJK Harus Lewat Pansel, Bantah Isu Penunjukan Langsung