"Jadi ketika dokter umum memeriksa pasien di lokasi dan ada hal yang perlu dikonsultasikan, bisa langsung terkoneksi. Alatnya bisa dibaca, dilihat, dan didengar langsung oleh dokter spesialis," jelasnya.
Dua Tipe untuk Medan Berbeda
Mengingat kondisi geografis Banten yang beragam, Dinas Kesehatan menyiapkan dua tipe kendaraan dengan pertimbangan aksesibilitas. Kedua varian ini akan memiliki kelengkapan alat medis yang sama, namun dibedakan berdasarkan ukuran dan kemampuan jelajahnya.
"Kita punya dua tipe, tipe panjang dan tipe kecil. Tipe kecil digunakan untuk menjangkau wilayah pegunungan karena tipe besar tidak bisa masuk ke daerah tertentu. Baik tipe kecil maupun besar, semuanya dilengkapi alat yang sama," ungkap Ati.
Misi Menjangkau Daerah Terpencil
Operasional klinik keliling ini akan dikelola secara sinergis dengan Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten dan kota. Penempatannya dirancang secara bergilir untuk memaksimalkan jangkauan pelayanan.
"Mobile clinic ini akan ditempatkan secara bergantian, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, di lokasi yang sulit dijangkau masyarakat, terutama yang jauh dari pustu atau puskesmas," lanjut Ati.
Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat di daerah pelosok untuk mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan dasar dan konsultasi dengan tenaga medis spesialis, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan utama.
Artikel Terkait
PM Spanyol Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Ledakan Diduga dari Pabrik di Sidoarjo Rusak Sejumlah Rumah Warga
PM Qatar Kecam Penargetan Infrastruktur Sipil di Tengah Eskalasi dengan Iran
KLH Jatuhkan Sanksi Administratif kepada 67 Perusahaan Pemicu Banjir di Tiga Provinsi